Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bandung 2019 Tawarkan Konsep Segar

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Ada yang berbeda dari Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bandung tahun 2019, tawarkan konsep baru yang lebih menantang bagi calon duta kebudayaan daerah terpilih.

Pengurus Paguyuban Mojang Jajaka Kota Bandung, Fajar Firdaus menuturkan, tahun ini para pemuda yang peduli terhadap seni budaya Kota Bandung diberikan ruang untuk mencurahkan gagasan, tentang cara menyelesaikan persoalan di Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). 

OPK merupakan amanat Undang-Undang yang mengajak masyarakat untuk memelihara 10 pemajuan kebudayaan. Kesepuluh OPK tersebut antara lain tradisi lisan, manuskrip, adat istiadat, permainan rakyat, olahraga tradisional, pengetahuan tradisional, teknologi tradisional, seni, bahasa, dan ritus.

“Untuk tahun ini, objek pemajuan kebudayaan yang ingin menjadi tema utama adalah Pengetahuan tradisional, jadi ada busana, kuliner, dan sebagainya,” tutur Fajar di sela-sela kegiatan “Sampurasun”, Finalists Introduction & Press Conference, di Auditorium Bandung Cretive Hub, Jalan Laswi No. 7 Bandung, Sabtu (28/9/2019).

Para finalis yang berjumlah 12 putra dan 12 putri ini nantinya akan terbagi ke dalam 6 kelompok. Setiap kelompok akan terjun langsung untuk mengetahui persoalan di lapangan. Berbagai ide pun mengemuka, mulai dari pembuatan workshop kerajinan tradisional, memanfaatkan platform digital untuk memperkenalkan wayang golek, hingga mempromosikan minuman herbal tradisional melalui posyandu.

Pada kegiatan ini, setiap kelompok mempresentasikan gagasan mereka di hadapan publik dan dewan juri. Gagasan tersebut diharapkan dapat diimplementasikan pada 2-3 pekan ke depan.

“Pada 2-3 minggu itu untuk di jangka pendeknya harus sudah terwujud. Jangka panjanganya adalah konten feasibility dan sustainability dari proyek yang mereka tawarkan. Nanti dewan juri akan mengujinya. Selain jangka pendeknya, apakah feasible untuk dikerjakan jangka panjang. Nanti bobot penilaian paling besar akan berdasarkan proyek ini,” paparnya.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Dewi Kaniasari menyatakan, ingin memberikan tantangan kepada para calon Mojang dan Jajaka (Moka), tidak sekadar memunculkan kecantikan tetapi juga ada langkah nyata dari para finalis untuk melestarikan budaya Sunda.

“Saya tantang anak Moka ini untuk mencari solusi dari berbagai isu permasalahan di Kota Bandung khususnya di sektor pariwisata kebudayaan dan ekonomi kreatif. Jadi saya suruh terjun ke lapangan untuk mengeksplorasi apa yang ada di kewilayahan, kemudian merekomendasikan solusi ke Pemerintah Kota Bandung,” beber Dewi.

Pihaknya juga akan mengakomodasi rekomendasi yang diserahkan pemenang untuk ditindaklanjuti Pemkot Bandung. Dana untuk mengimplementasikan program tersebut dapat berasal dari anggaran pemerintah maupun swasta.

“Nanti kita carikan pendanaannya. Tetapi programnya harus bagus dan bisa dilaksanakan,” imbuhnya.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet