Panitia O2SN Tidak Siap Keluhan Keluar Dari Peserta dan Panitia

  • 193 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Ketidak siapan Panitia Pelaksanaan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Provinsi Jawa Barat  2018, terindikasi dari banyaknya keluhan terkait amkomodasi baik dari peserta maupun panitia itu sendiri.

Berdasarkan pantauan Ekpos.Com di Gor Lodaya Bandung tempat dipertandingkannya cabor bulutangkis siswa SMP, menu yang di sajikan jauh dari asupan giji yang diperlukan seorang atlit dan dikemas dalam sterofoam.

“Ya paling tidak memadai lah, walaupun asupan gijinya ga terpenuhi juga. Bahkan untuk hari pertama kami tidak mendapatkan makan dan minum,” ungkap salah seorang guru pendamping asal Kota Bandung dan Cimahi yang enggan disebutkan namanya di Arena Gor Lodaya, Bandung, Rabu (11/7/2018).

Sementara keluahan lainnya diungkapkan oleh guru pendamping dari luar Kota Bandung, yang tidak disediakan sarana transfortasi oleh panitia. Padahal jarak antara hotel dan arena pertandingan cukup jauh, dan mereka awam rute jalan di Kota Bandung.

Ironisnya keluhan juga muncul dari panitia di area lapangan pertandingan. Menurut salah seorang panpel, tahun sebelumnya mereka mendapat pakaian seragam O2SN. Namun untuk pelaksanaan O2SN tahun ini tidak ada.

“Kami  di sini berjumlah 31 panpel, tidak seorang pun mendapat seragam O2SN. Belum di beberapa Gor lainnya. Padahal setahu kami, seragam dianggarkan dalam kegiatan ini,” tegas para panpel untuk Sekolah Dasar. 

Kesemrawutan Akom tersebut diakibatkan karena di pecah ke beberapa pengusaha yang bekerja sama dengan beberapa hotel dengan kualitas hasil berbeda, seakan ada azas pembiaran dalam aturan.  Menu makan di paketkan dengan hotel dimana peserta, pendamping dan Panitia menginap.

Sampai hari ke 3, terpantau masih ada pengusaha mamin yang memberi servis pada peserta lomba dan panitia dengan seenaknya.  

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut pada panitia di Guru Tenaga Kependidikan ( GTK ) Disdik jabar yang juga berposisi selaku kasi kegiatan di O2SN, Drs. Aang Karyana menyatakan, hal tersebut sudah menjadi tanggungjawab seluruh hotel yang dijadikan base camp peserta. 

" Biar saja  semua tanggung jawab hotel," kata Aang singkat. (Farida).

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet