Nilai Setahun Kinerja RK-UU Cuma 60 point !

  • 0 comments
Nilai Setahun Kinerja RK-UU Cuma 60 point !

 Bandung Ekpos.com

Jumat  6 September 2019 sore  pasangan Gubernur Jabar Ridwan Kamil dan UU Ruzhanul ulum merayakan satu tahun pasangan tersebut menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar, dengan memaparkan berbagai keunggulan program-program ciptaannya  dihadapan pimpinan opd dilingkungan setda Jabar, serta diliput secara live oleh beberapa tv lokal.

Tetapi penilaian pesimis dan  berbeda terhadap setahun kinerja Emil disampaikan oleh mitra kerjanya di legislatif.  Politisi Partai Gerindra Jabar Drs . H. Daddy Rohanady, malah  menilai setahun kinerja pasangan gubernur RK –UU ini cuma dapat nilai 60 dari skala 100.

"Jadi, kalau mau memakai skala nilai dengan rentang 100, saya kira Emil hanya meraih nilai 60-an dalam tahun pertamanya," Ujar Wakil Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Jawa Barat Periode 2014-2019.

Diungkapkannya.  Jabar telah meraih berbagai penghargaan dari berbagai pihak. Jabar selama  4 tahun beturut-turut menjadi perencana terbaik tingkat nasional antar provinsi.

“Meraih Penghargaan Pangripta Nusantara bukanlah perkara mudah. Butuh koordinasi sangat intensif antara banyak perangkat daerah. Itu membutuhkan seorang dirijen yang mampu mengharmoniskan berbagai unsur” Ujarnya.

Bahkan karena prestasi tersebut, beberapa provinsi lain meminta agar Jabar tidak usah lagi ikut sebagai peserta. Jabar diminta menjadi mentor. Selain itu, Jabar 7 kali berturut- turut mendapat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

"Untuk meraih kedua penghargaan tersebut tentu bukanlah perkara mudah. Butuh pula kerja sama intensif dengan semua stake holder, termasuk DPRD.  Sayangnya, WTP terakhir, yakni penilaian kinerja 2018 sudah hampir di tepi jurang.” Ujarnya

Mestinya kan yang sudah baik dipertahankan dan yang kurang baik diperbaiki. Yang ada? Saya tidak melihat hal itu diupayakan secara maksimal.

“Bagaimana tidak, kegagalan penangan Situ Rawakalong dan beberapa pekerjaan besar lainnya menunjukkan betapa perencanaan sekarang ini tidak seperti tahun-tahun sebelumnya. Bagaimana mungkin Dinas Sumber Daya Air membangun di atas Situ Rawakalong, padahal situ tersebut sedang dikeruk oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Hasilnya sudah bisa dipastikan: gagal.  Akibatnya apa,  pekerjaan dengan anggaran Rp. 32 Miliar tersebut hanya bisa dilakukan 30%. Sisanya bisa dipastikan ajan menjadi Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (Silpa). " Ungkap Daddy.

Ini menunjukkan betapa perencanaan dan koordinasi yang ada sangatlah buruk.  Padahal koordinasi dengan pihak lain mutlak harus dilakukan.  “Kita tidak bisa "Kumaha ceuk aing". Ini bukan zamannya lagi." Papar Dady.

Daddy juga menilai bahwa adagium wakil sebagai “ban serep” benar-benar terlihat.  Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum tak lebih hanya melaksanakan tugas seremonial.  "Jadi, kalau mau memakai skala nilai dengan rentang 100, saya kira Emil hanya meraih nilai 60-an dalam tahun pertamanya.”tegasnya.@ntz

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet