Narkotika Jenis Subuxone Mengancam Warga Bandung

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com--- Data prevalensi penyalagunaan narkoba di wilayah Jawa Barat berdasarkan hasil penelitian BNN bekerjasama dengan LIPI  menunjukkan sekitar 20 % adalah pengguna jarum suntik, setara dengan 13.608 orang. Sedangkan sisanya yaitu 80% atau setara dengan 54.433 jiwa mengkonsusmsi narkoba non suntik.

“Fenomena penyalahgunaan narkotika jenis subuxone dengan jarum suntik ini kini mengancam warga Kota Bandung. Narkotika yang termasuk ke dalam golongan 3 tersebut, sangat mematikan  karena dipakai dengan cara yang tidak biasa, yakni disuntikan,” ungkap Kepala BNN Kota Bandung, AKBP Deni Yus Danial, S.IP.,MH saat menggelar kegiatan coffee morning bersama  instansi terkait di Hotel Horison, Rabu (2/8/2020).

Menurut Deni, subuxone ini  merupakan obat yang umumnya diperuntukan bagi  pasien yang dalam proses penyembuhan akibat ketergantungan narkotikan.

“Penggunaannya obat ini tidak diminum melainkan disimpan di bawah lidah. Namun yang sekarang marak terjadi, para pengguna subuxone ini, melakukannya dengan cara exstrim, yakni dihancurkan hingga menjadi serbuk, lalu disuntikan ke bagian tubuh mereka,”jelasnya. 

Adapun Suboxone mengandung 2 zat : buprenorphine (narkotika gol.3) dan naloxone. obat ini digunakan untuk mengobati kecanduan narkotik, memiliki efek antinyeri (tetapi indikasi medisnya utk mengatasi kecanduan narkotika). Digunakan secara sublingual/ditaruh dibawah lidah, tidak boleh diparo/dipotong, atau dikunyah. Buprenorphine adalah suatu opioid/narkotik semisintetik berguna dalam proses rehabilitasi pasien kecanduan narkotik. Naloxone  senyawa yang memiliki efek reversal terhadap efek obat narkotik (seperti morfin) untuk mengatasi overdosis narkotika.

“Pengguna  narkotika jenis subuxone ini, umumnya usianya tidak bertahan lama dan selalu berujung dengan kematian. Ini disebabkan, karena serbuk yang disuntikan masuk ke dalam tubuh melalui peredaran darah.  Pengguna subuxone tersebut dapat merusak susunan syaraf pusat, rentan terjangkit penyakit hepatitis B, kerusakan ginjal, stroke  dan penyakit lainnya,”tegasnya.

Dalam aksi pelaksanaan  Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN), BNN Kota Bandung telah mengungkap kasus penyalahgunaan subuxone dengan jarum suntik tersebut.

"11 orang telah kita amankan dan sekarang masih dalam proses pemeriksaan. Mereka ditangkap di wilayah Bandung Timur dua hari lalu," ujar Deni.

Pelaksanaan kegiatan coffee morning sendiri bertujuan untuk mencari solusi dalam penanganan dan  penyalahgunaan subuxone dengan jarum suntik tersebut.

Ini karena, banyak dari para penyalahgunanya itu adalah kalangan remaja, bahkan ada dari mereka yang masih duduk di bangku sekolah SMP.

Sementara Kegiatan coffee morning ini  berlanjut dengan diskusi selama 4 jam. Para peserta yang hadir diantaranya, Kabid Rehab BNN Provinsi Jabar, Kepala BNN Kota Bandung, Polrestabes Bandung, Kasdim 0618/BS, Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan dan Kesbang Pol. (Provinsi Jawa Barat), Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Dinas Kesehatan, Kesbang Pol. (Kota Bandung), pengurus KPJ dan beberapa dari instansi lainnya.

Kabid Rehab BNN Provinsi Jawa Barat, Drs. Anas Saepudin, M.Si yang mengakhiri  pembicaraan dalam diskusi itu, menyebutkan, ada beberapa point yang telah disepakati dalam pelaksanaan kegiatan tersebut dan kesepakatan tsb mewakili institusi masing-masing dalam membuat komitmen untuk mengawasi masalah subuxone.

Adapun Penanganan Terpadu Penyalahgunaan Subuxone di Wilayah Bandung Raya diantaranya adalah

1. Rehabilitasi Pengguna Subuxone dgn memanfaatkan Fasilitas Militer

2. Pembentukan Taman Tematik untuk pengembangan kreatifitas pengguna subuxone dan jarum suntik

3. Lomba Kreatifitas Bandung Bersinar KPJ di Taman Fitnes tgl 25/9/2020.

4. Pencegahan Narkoba di kalangan pelajar dgn kerjasama Disdik, Hebat UNPAD

5. Regulasi ttg pendistribusian dan pengawasan obat"an

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet