Merasa Dirugikan Rp 3,9 M Ketua DPD Partai Berkarya Laporkan Wagub ke Polda Jabar

  • 543 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com--- Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Berkarya kota Tasiik malaya, Budi Santosa yang juga pemilik CV.Ferfekta Jaya Konstruksi, melaporkan  Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzanul ulum ke Polda Jabar, Jumat (28/9/2018). Uu dilaporkan dengan tuduhan melakukan penipuan semasa menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya, sehingga mengakibatkan pelapor menderita kerugian sebesar Rp3,9 miliar.

 

Budi memaparkan, peristiwa tersebut terjadi beberapa waktu lalu saat Uu menjabat sebagai Bupati Tasikmalaya. Pada saat itu, Uu memberikan beberapa pekerjaan Konsultan kepada Budi Santosa sebagai pemilik  CV.Ferfekta Jaya Konstruksi, perusahaan yang mengerjakan proyek tersebut. Uu menjajanjikan bahwa pekerjaan tersebut telah dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Daerah  (APBD) Tahun Anggaran 2018. Namun hingga saat ini anggaran itu tidak keluar, padahal untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut Budi sampai mengajukan Pinjaman Ke BPR di Tasikmalaya.

“Untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut saya pinjam ke BPR hingga 1,2 miliar. Namun apa yang dijanjikan pak Uu hingga kini belum ada realisasinya. Jadi dimana tanggung jawabnya dengan permasalahan ini,” ucapnya kepada wartawan saat jumpa pers di Idea’s Hotel, Jalan Ibrahim Adji, Sabtu, (29/09/2018).

Menurut Budi, sebagi pihak yang dirugaikan tidak serta merta membawa kasus ini ke ranah hukum (Polda Jabar. red). Ia sempat berkomunikasi dengan mantan Bupati Tasikmalaya tersebut, namun tidak ada titik temu. Bahkan Uu Ruzanul ulum tidak mengakuinya dan terkesan acuh tak acuh. Atas dasar itulah ahirnya Budi melaporkan Uu ke Polda Jabar dengan no register LPB/955/IX/2018/JABAR.

“Sekitar seminggu lalu saya sudah pernah bertemu dengan pak Uu untuk membicarakan hal ini di ruangan Wakil Gubernur Jawa Barat di Gedung Sate. Namun apa yang saya dapatkan tidak sesuai dengan harapan. Uu berkilah tidak tahu menahu terkait masalah ini, padahal sudah jelas bukti-bukti yang saya bawa lengkap dan  ada tanda tangan beliau” tegasnya.

Dengan membawa kasus ini ke jalur hukum dan melaporkan Uu ke Polda Jabar, Budi  berharap, kelak tidak ada oknum kepala daerah yang bertindak seenak udelnya, dan merugikan pihak-pihak yang telah membantunya.

“ Saya membawa kasus ini ke jalur hukum semata-mata kekecewaan saya yang merasa tertipu oleh beliau. Semoga apa yang saya lakukan ini, bisa berbuah hasil bahkan bisa menjadikan efek jera bagi oknum pemimpin daerah seperti dia (Uu), agar tidak berbuat seenaknya dan merugikan orang lain,”tegasnya.

Sementara itu Wagub Jabar ketika dikonfirmasi terkait hal tersebut melalui WhatsApp (WA) tidak memberikan tanggapan. Namun menurut salah seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya, bahwa persoalan tersebut sudah dianggap selesai.

"Menurut beliau (Wagub) persoanal tersebut sudah dua kali komunikasi dengan pelapor dan sudah ada titik temu," ungkapnya melalui WA yang diterima Ekpos.Com.Ganefa

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet