MAGC Kecam dan Kutuk Penghancur Situs Budaya Cianjur

  • 89 views
  • 0 comments

Cianjur, Ekpos.Com

Sebanyak 25 komunitas yang tergabung dalam Majelis Adat Gagang Cikundul Kabupaten Cianjur menyatakan sikap mengecam dan mengutuk keras terhadap segala bentuk dan tindakan perusakan, penghilang, penghinaan terhadap pelaku sejarah, situs, tradisi leluhur dan cagar budaya nasional.

Kami menilai sekaligus mengutuk keras perbuatan yang tercela, dan tidak bermartabat. Pasalnya, dapat menghilangkan kebanggaan dan mengancurkan masa depan bangsa Indonesia,” Tegas Ketua Karatuan MAGC Susane Febriyati Soeriakartalegawa dalam Deklarasi Sadar Adat dan Budaya bertempat di Gedong Asem Jl. KH. R. Muhammad Isa Al-Kholidi No. 9 Cianjur, Minggu (4/3/2018).

Ditegaskan lagi, seluruh  anggota masyarakat, pengayom masyarakat bahwa dengan ini menyadari sepenuhnya. Bahwa, penghilangan dan pengabaian tapak sejarah, situs maupun cagar budaya dan tradisi leluhur adalah perbuatan pelanggar hukum.

Diakui Susane latar belakang lahirnya gerakan Majelis Adat Gagang Cikundul (MAGC) Kabupaten Cianjur sebagai bentuk kekecewaan dan  keprihatinan terhadap pembangunan yang tidak berbasiskan kearifan lokal, salah satunya adalah kasus alih fungsi bangunan SD Ibu Jenab yang menafikan nilai historis dan kekayaan budaya setempat.

 Deklarasi Majelis Adat Gagang Cikundul menyatakan sikap, mengutuk keras terhadap segala bentuk dan tindakan perusakan, penghilangan, dan penghinaan terhadap pelaku sejarah, situs, tradisi leluhur dan cagar budaya nasional, lalu melakukan rekrontruksi moral dan ahlak dengan cara revitalisasi dan mempertahankan keberadaan situs, tradisi leluhur, dan cagar budaya nasional bernilai sejarah tinggi, berperanserta aktif dengan semua komponen bangsa untuk bersama-sama mencegah, mengawasi, menanggulangi serta memberantas segala bentuk pengurusakan, penghilangan, dan penghinaan pelaku sejarah, situs, tradisi leluhur dan cagar budaya, dan terakhir bersama-sama melestarikan, melindungi serta menghormati sejarah, situs, tradisi leluhur dan cagar budaya.

 “Melalui deklarasi ini kita sepakat mengecam dan mengutuk keras sejumlah oknum pelaku sengaja dan jahat merusak cagar budaya. Meskipun sekalipun itu ada dugaan pemangku kebijakan kini bisa dikatakan arogansi,” Kata Oli Solihin (40 th) salah satu pengurus inti Majelis Adat Gagang Cikundul.

Deklarasi tersebut dihadiri dua ulama kharismatik yakni kiayi Gelar dan kiayi Gentur, Kades Cijagang, para kuncen Cikundul, tokoh masyarakat, TNI Polri dan lainnya. (HR)

 

 

 

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet