Limbah Rumah Tangga dan Pabrik Penyebab Kerusakan Citarum

  • 21 views
  • 0 comments

NGAMPRAH--- Limbah cair dari rumah tangga, pabrik dan kotoran hewan serta limbah padat seperti sampah, hingga sedimentasi atau pengendapan lumpur yang mengakibatkan sungai Citarum menjadi  rusak. Sehingga perlu penanganan dan pengawasan serius baik pemerintah juga  berbagai elemen masyarakat.

 

Salah satu langkah dan upaya yang dilakukan adalah inspeksi mendadak (sidak) oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat bersama dengan DLH Kabupaten Bandung Barat, Sabtu (3/2) dini hari sekitar pukul 01.00 WIB. Hasilnya sebanyak 8 perusahaan yang berada di Kecamatan Batujajar Kabupaten Bandung Barat diduga kuat telah melakukan pelanggaran dengan membuang limbah ke Sungai Citarum. Kedelapan perusahaan tersebut mulai dari PT Senayan Sandang Makmur, PT Sinar Baskara Sejati, PT Hero Sekawan, PT Kencana Fajar Mulia, PT Central Texindo, PT Victory Pan Multitex, PT CGNP Mills dan PT Daya Mekar Tekstindo.

“Hasil sidak bersama provinsi, ada 8 perusahaan yang diduga telah melakukan pelanggaran dengan membuang limbah ke anak Sungai Citarum. Tim dari provinsi sudah mengambil sampel air dan saat ini masih dalam kajian,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup KBB, Apung Hadiat Purwoko di Ngamprah, Kamis (7/2/2018).

Menurut Apung, dari hasil penelitian tim biasanya oknum perusahaan membuang limbah ke sungai pada malam hari agar tidak terlihat. Dengan dilakukan sidak tersebut, akan terlihat perusahaan mana saja yang selama ini membuang limbah ke Sungai Citarum.

“Bagi mereka yang terbukti, akan kami beri tiga kali peringatan dan pembinaan> Namun jika masih membandel akan kami tindak tegs denagn mencabut izinnya,” tegasnya.

Untuk itu, Apung meminta kepada seluruh perusahaan agar mematuhi aturan dengan tidak membuang limbah ke sungai. Apalagi, saat ini seluruh pemerintah kabupaten/kota bekerjasama dengan Kodam III/Siliwangi tengah focus untuk melakukan penataan untuk menyukseskan program Citarum Harum Bestari.

“Khusus KBB, ada 4 titik pembersihan yang sudh ditentukan oleh Kodam, yaitu mulai dari Curug Jompong-Saguling, Saguling-Jembatan Rajamandala, Jembatan Rajamandala-Cipendeuy serta terakhir di kawasan Cipendeuy. Setiap titik akan dipimpin oleh perwira tinggi setingkat kolonel,” ujarnya. Ganefa

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet