Kuota SMA Negeri di Jabar Hanya Terima 34 % Siswa Lulusan SMP

  • 0 comments
SMA Negeri di Jabar Hanya Mampu Terima 34 Persen Siswa Lulusan SMP

 Bandung Ekpos.com

Dari sekitar  774 ribu siswa yang  lulus SMP/sederajat pada tahun 2019 ini hanya 34 persennya atau sekitar 263.200 saja yang mampu ditampung oleh SMA/SMK negeri di Jawa Barat.

Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat sebagai  ketua Pelakasana Penerimaan Peserta Didik Baru Iwa Karniwa, didampingi Kadisdik Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika dan Keepala Disduk Capil Jawa Barat Hery Suherman kepada wartawan dalam acara Jabar punya informasi (Japri) Ke 25 di Gedung Sate Jl Diponegoro 22 Kota Bandung. Rabu (8/5/2019).

“Dengan hanya tertampung sebesar 34% atau sekitar 263.200 siswa di SMA/SMK Negeri,  dipastikan  66%nya  akan melanjutkan ke Sekolah Swasta. Sehingga untuk itu, perlu dibuat paraturan yang mengatur pelaksanaan PPDB.” Ujarnya.

Lebih jauh dikatakannya. Dengan daya tampung yang hanya 34 persen tersebut Iwa juga menyebut, Gubernur Jabar  mewanti-wanti agar PPDB dijalankan secara berkeadilan.

“Insha Allah Kita akan mengikuti aturan yang baru untuk memenuhi prinsip berkeadilan.ini” ujarnya.  

Terkait dengan PPDB ini Pemprov Jawa Barat, telah membuat Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 16 Tahun 2019 tentang Pedoman PPDB tingkat SMA/SMK, sesuai dengan kewenangan pemprov mengelola jenjang pendidikan SMA/SMK.

Sementara ditempat yang sama Kadisdik Jabar Dewi Sartika, menyebutkan

untuk PPDB SMA negeri tahun 2019, sekitar 90 persennya menggunakan sistem zonasi, lima persen jalur prestasi, (prestasi akademik dan non akademis) , dan 5 persen  sisanya untuk perpindahan orang tua.

Disdik Jawa Barat hanya menyediakan kuota 34 persen untuk SMA negeri. Dan dalam PPDB tahun ini dan dari jumlah tersebut sekitar 90 persen kuota tersedia melalui jalur zonasi, kata Dewi Sartika.

Dijelaskannya. Dari 90 persen Zonasi tersebut 20 persen diantaranya diperuntukkan bagi anak yang tidak mampu atau miskin, 15 persennya lagi didasarkan kepada NHUN (nilai hasil Ujian Nasional).

Kadisdik juga menyebut, PPDB kali ini dilaksanakan secara Daring (dalam jaringan/online), Disdik Jabar bekerja sama dengan ITB, dan disdukcapil Jabar karena pendaftaran secara online dengan menggunakan NIK (Nomor Induk kependudukan) untuk Zonasi.

Sedangkan Kepala Disdukcapil Jabar Heri suherman menambahkan, bahwa pendaftaran PPDB 2019, sudah menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan) sebagai identitas tunggal. Bahkan mulai tahun ajaran baru 2019-2020, seluruh siswa SD menggunakan NIK sebagai nomor induk siswa. 
Heri juga mengatakan, dalam PPDB 2019, Disdukcapil bekerjasama dengan Disdik Jabar dalam menentukan zonasi, berdasarkan KK dan NIK, bahwa yang bersangkutan atau calon siswa yang mendaftar sesuai dengan NIK yang ada dalam KK, jaraknya berapa dari rumah ke sekolah. 
“ Kedepan NIK akan diterapkan sebagai identitas siswa/ nonor induk siswa”, Jelasnya.@Hermanto
.

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet