Kuis Kihajar Jembatan Menuju Suksesnya Pendidikan Berbasis TIK

  • 127 views
  • 0 comments

PERKEMBANGAN Teknologi komunikasi dan informasi di tanah air kita sudah semakin maju dan berkembang dengan pesat dari masa ke masa. Perkembangannya telah berdampak terhadap berbagai aspek kehidupan manusia mulai dari dunia industri, perbankan, kesehatan dan termasuk pendidikan. Perhatian pemerintah terhadap hal itu juga tinggi. Terbukti dengan dibentuknya Dewan TIK Nasional (DeTIKNas) oleh Presiden Reublik Indonesia tahun 2006

Dewan TIK Nasional bertugas merumuskan kebijakan dan implementasi penerapan TIK untuk seluruh aspek pemerintahan, salah satunya adalah penerapan TIK untuk pendidikan (e-Pendidikan). Selanjutnya dibuatlah satu program penerapan TIK untuk pendidikan yang dinamakan Kita Harus Belajat (Kihajar). Program tersebut merupakan tanggung jawab dari Kementrian Pendidikan dan kebudayaan.

Dalam rangka mewujudkan program Kihajar tersebut, Kemendikbud telah dan sedang mengembangkan program yang dinamakan JARDIKNAS (Jejaring Pendidikan Nasional), yaitu suatu jaringan (wide area network) skala nasional yang menghubungkan semua perguruan tinggi, sekolah, kantor pemerintah maupun perorangan. Disamping itu, pemerintah juga mengembangkan program rumah belajar, dan program pemerintah yang lainnya adalah Televisi Edukasi, yaitu suatu stasiun TV yang dikhususkan menyiarkan siaran-siaran pendidikan, yang tujuannya adalah ikut mencerdaskan masyarakat melalui media televisi dan memfungsikan televisi sebagai fungsi pendidikan.

Dari sisi pemerintah daerah, juga mengarah ke hal yang sama. Dalam rangka “good governance”, setiap pemerintah daerah merencanakan, mengembangkan dan melaksanakan upaya-upaya penerapan TIK baik untuk keperluan pemerintahan secara umum, juga  khusus untuk pendidikan. Begitu pula pada level tingkat satuan pendidikan baik perguruan tinggi, maupun sekolah menerapkan hal yang sama.

Bahkan termasuk pada level individu (dosen, guru, maupun masyarakat secara pribadi). Kondisi ini patut didorong, dibina, dan ditingkatkan secara terus menerus melalui berbagai cara atau upaya. Salah satu upaya untuk mendorong percepatan dan peruluasan pemanfaatan TIK untuk pendidikan secara tepat guna, maka Pustekkom, Kemendiknas mengembangkan suatu kegiatan tahunan yang bernama “Kihajar (Kita Harus Belajar)”

Hal inilah yang mendorong Dinas Pendidikan Jawa Barat melalui  Balai Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan (Tikomdik), mengapresiasi Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pustekom) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan  yang menyelenggarakan kuis “Anugrah Kihajar” 2018.

“Keberadaan Balai Tikomdik di Jawa Barat memang baru seumur jagung. Namun kami bertekad untuk dapat mengembangkan TIK bagi peserta didik di seluruh Jawa Barat, salah satunya dengan mendukung penyelenggaraan program Kuis Kihajar,” ungkap Kasubag Tata Usaha Tikomdik Jabar, Yandi Darojat.

Yandi Darojat menambahkan, sebelum adanya Balai Tikomdik, Pemerintah provinsi Jawa Barat pernah meraih penghargaan Anugerah Kita Harus Belajar (Kihajar) 2017 tingkat Madya dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan Pemerintah kota Bandung juga meraih penghargaan tingkat Madya untuk kategori pemerintah kota/kabupaten.

Sementara itu Endang Susilastuti Kepala Balai Tikomdik mengungkapkan, Kuis Kihajar  adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Pusat teknologi dan komunikasi (Pustekom) Kementrian Pendidikan. Sedangkan Didik Jabar dalam hal ini Tikomdik, memberikan suport untuk melakukan seleksi di tingkat kota/kabupaten dan provinsi Jawa Barat.

“Disdik Jabar dalam hal ini Tikomdik, hanya memberikan suport atas kegiatan tersebut,  Bentuknya, dengan melakukan seleksi untuk tingkat kota/kabupaten hingga tingkat provinsi. Pemenangnya akan kita ikut sertakan ke tingkat nasional,” ujarnya.

Kegiatan ini dimaksudkan untuk mengukur kemampuan akademis, melalui pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) melalui pemanfaatan TV Edukasi. Sekaligus sebagai  wahana untuk  menyosialisasikan siaran TV Edukasi.

Diharapkan dengan adanya kegiatan tersebut, dapat memotivasi siswa untuk memanfaatkan TIK dalam pembelajaran. Sehingga ke depan TIK ini dapat dimanfaatkan untuk mendorong kemajuan dunia pendidikan, khususnya peserta didik dari mulai tingkat dasar hingga menengah atas.

“Dengan semakin memahami manfaat teknologi informasi dan komunikasi, dapat menumbuhkan kemandirian siswa dalam mengembangkan TIK pendidikan di Jawa Barat,” harapnya.

Kuis Kihajar ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mencoba mengenalkan TIK dari mulai tingkat dasar hingga tingkat menengah atas atau sederajat. Kuis Kihajar 2018 ini dilaksanakan dalam tiga jalur yaitu : kuis harian, kuis kihajar tingkat provinsi (melalui seleksi di tingkat kabupaten/kota), kuis Kihajar Tingkat Nasional yang diikuti oleh peserta didik dari mulai Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah P{ertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Bagi peserta Kuis Kihajar yang berhasil menjadi yang terbaik tingkat Jawa Barat, Disdik Jabar selain akan mengikutsertakan ke tingkat Nasional, juga disediakan trophy dari Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, Ahmad Hadadi. ***

 

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet