KPU KBB Awasi Sumber Dana Paslon Bupati dan Wakil Bupati

  • 88 views
  • 0 comments

NGAMPRAH- Sumber dana pasangan calon (Paslon) yang maju di pilkada KBB mulai diawasi, dan sumber dana itu pun mesti dilaporkan kepada KPU KBB. Dengan demikian sumber dana bisa diketahui tidak bersumber dari  hasil korupsi, kejahatan hingga bantuan negara lain.

“Sumber dana kampanye ini harus dilaporkan kepada KPU. Mulai dari awal kampanye tertutup hingga kampanye terbuka. Juni nanti, setiap paslon harus melaporkan dana kampanye akhir. Mulai dari sumber dana hingga penggunaannya harus dipertanggungjawabkan,” kata
Ketua KPU Kabupaten Bandung Barat, Iing Nurdin di Padalarang, Senin (12/3/2018).

Iing menegaskan, bila terbukti ada paslon yang menggunakan dana dari hasil kejahatan dan korupsi bisa dikenakan sanksi bahkan bisa digugurkan an sebagai peserta pilkada.

“Tentu ada sanksinya bagi paslon yang menggunakan dana yang bersumber dari hasil kejahatan. Itu akan kita proses hingga pengadilan,” terangnya.

Berdasarkan aturan yang ada, kata dia, sumbangan dana kepada masing-masing calon ada batasannya. Untuk sumbangan dana dari perorangan kepada salah satu paslon itu hanya diperbolehkan maksimal diangka Rp75 juta. Sementara untuk perusahaan sumbangan dana maksimal mencapai Rp500 juta.

“Semua bentuk sumbangan yag diberikan kepada paslon harus tercatat di rekening. Karena diakhir kampanye harus dilaporkan ke KPU untuk diaudit,” katanya.

Diungkapkan Iing, berdasarkan hasil kesepakatan antara KPU dengan masing-masing paslon, dibatasi maksimal Rp1 miliar. Dana tersebut dapat digunakan oleh paslon  untuk operasional kampanye saat menemui masyarakat, kegiatan rapat paslon hingga bagi pengadaan alat peraga kampanye (APK).

“Jika terbukti melebihi dari kesepakatan, dapat dikenakan sanksi. Sebab, dana selama ini penyelenggaraan Pilkada Serentak sepenuhnya dibiayai oleh KPU, mulai dari sosialisasi, penyediaan APK dan lainnnya. Dengan begitu, bila paslon terpilih nanti tidak ada beban, untuk mengganti kepada pihak manapun dan bisa terbebas dari korupsi selama menjabat,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pilkada Kabupaten Bandung Barat 2018 diikuti oleh tiga paslon, yakni Elin Suharliah berpasangan dengan Maman S Sunjaya yang didukung partai koalisi PDIP, PKB dan PPP mendapat no urut 1. Untuk nomor urut dua Doddy Imron Cholid berpasangan dengan Pupu Sari Rohayati yang didukung oleh Partai Golkar, Gerindra dan Hanura. Sedangkan nomor urut tiga, Aa Umbara dan Hengky Kurniawan didukung oleh Partai Demokrat, Nasdem, PAN dan PKS.Ganefa

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet