Kerjasama KTP dan Cidco, Dorong Produktifias Difabel

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com--- Dorong produktivitas kaum difabel berkarya, Komunitas Tionghoa Peduli (KTP) sepakati kerjasama Creative Business of Diffable Community (Cidco). Dengan begitu hasil karya difabel yang tergabung dalam Cidco akan dipasarkan oleh Komunitas Tionghoa Peduli.

Cidco dinaungi oleh Art therapy Center widyatama. Art therapy Center Widyatama memiliki program studi yang terdiri dari Desain Grafis, Seni Musik dan Seni Kriya dengan masa studi 3 tahun setara jenjang D3. Acara ini dihadiri oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial bersama Ketua TP PKK Kota Bandung, Siti Muntamah.

Wali Kota Bandung, pada kesempatan itu mengapresiasi Komunitas Tionghoa Peduli memberikan perhatian khusus kepada kaum difabel. “Upaya untuk menjembatani produktivitas kaum difabel melalui karya seni dan kriya. Mudah-mudahan menjadi indikator pergerakan kolaborasi kerja sama di Kota Bandung antara pihak donatur, pengusaha dan komunitas,” ujarnya di acara bakti Sosial Komunitas Wanita Tionghoa Peduli di Yayasan Duka Sosial Priangan (YSDP), Minggu (13/9/2020).

Pada acara tersebut, Komunitas Wanita Tionghoa Peduli juga memberikan bantuan berupa 1.500 masker, 25 Paket sembako, dan multivitamin yang akan di distribusikan kepada warga Kota Bandung yang membutuhkan.

Dikatakan Oded, adanya perhatian masyarakat terhadap kaum Difabel menghadapi Covid 19 ini cukup berdampak hampir ke seluruh kehidupan ekonomi dan sosial. Oded, berharap adanya kolaborasi yang terjalin mampu meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama.

“Diharapkan, kegiatan ini dapat menjadi acuan bagi warga untuk terus menciptakan Bandung yang lebih baik,” ucapnya.

Ketua Komunitas Tionghoa Peduli, Ling ling mengatakan, berbagi bersama anak-anak difabel menjadi tolak ukur dalam membantu perekonomian bangsa Indonesia.

“Kita berbagi bersama sama khususnya anak-anak difabel, mereka bisa berkarya tapi tidak ada yang bantu. Saya bantu mereka supaya bisa merasakan seperti manusia sebenarnya,” Imbuhnya.

Sedangkan Pendiri sekaligus Ketua Dewan Penasihat Cidco, Anne Nurfarina mempunyai alasan mendasar mendirikan Cidco. Salah satunya karena seni memiliki potensi yang multiguna.

”Pertama, Menerapi siswa secara social behavior antara lain respon komunikasi, yang outputnya itu adalah karya. Pada intinya, momen Komunitas Tionghoa Peduli ini anak- anak diberikan kesempatan untuk proyeksi (bersinergi). Cita-cita kami siswa bisa mandiri secara finansial. Ini menjadi kata kunci dimasa yang akan datang ketika orang tua tidak ada,” harapnya.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet