Kereta Kencana Ki Jaga Raksa Kabupaten Purwakarta Pembawa Bendera Pusaka

  • 885 views
  • 12 comments

Jakarta, Ekpos.com

Kereta Kencana Ki Jaga Raksa yang bercat hitam putih dan ditarik oleh 4 ekor kuda putih akan melaksanakan prosesi pengambilan duplikat Sang Saka Merah Putih dan Teks Proklamasi yang diambil dari Tugu Monas untuk diserahkan kepada Presiden Republik Indonesia di Istana Merdeka.

Demikian dikatakan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo pada saat menyaksikan Gladi Bersih Peringatan HUT RI ke-71 tahun 2016 di Istana Negara, Jakarta Pusat.

“Kirab Kereta Kencana Ki Jaga Raksa pembawa Bendera Pusaka dan Teks Proklamasi yang dibawa oleh 2 orang personel Paskibraka ini berjalan beriringan dari sisi Utara Monas menuju lapangan halaman Istana untuk diserahkan kepada Ajudan Presiden RI untuk diletakkan dimeja kehormatan mimbar Presiden RI,” tutur Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.

Pelibatan Kereta Kencana yang dikawal oleh pasukan berpakaian adat tradisional dengan membawa lambang-lambang kerajaan yang pernah ada di bumi Nusantara sebagai simbol bahwa perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia telah dirintis sejak dulu oleh para raja-raja di Nusantara.

“Kemerdekaan itu diperjuangkan oleh kerajaan-kerajaan lebih dari 350 tahun lalu,” demikian ungkap panglima TNI saat menjawab pertanyaan awak media di sela-sela gladi kotor (13 Agustus 2016).

Lebih lanjut Panglima TNI mengatakan, Kirab Kereta Kencana Ki Jaga Raksa diiringi satu kelompok Marcing Band Universitas Negeri Jakarta (UNJ), kemudian kelompok 71 dari Paskibra SMA Jakarta dan Depok serta dikawal oleh 8 (delapan) ekor kuda dengan formasi 2 ekor kuda di depan dan 6 ekor kuda di belakang. Selanjutnya disusul kelompok 45 (empat lima) dari personel Paspampres berpakaian adat tradisional dan ditutup oleh barisan pembawa lambang-lambang kerajaan.

Menurut Jenderal TNI Gatot Nurmantyo bahwasanya Kereta Kencana Ki Jaga Raksa dibuat di Yogyakarta pada tahun 2011 dalam rangka membangun peradaban baru Kabupaten Purwakarta. “Pembuatan Kereta Kencana tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur masyarakat Sunda, yakni Maharaja Sri Paduka Siliwangi atau lebih dikenal dengan Prabu Siliwangi,” tegasnya.

“Sejak dulu masyarakat Sunda mengagumi dan mempertahankan filosofi Prabu Siliwangi yaitu Silih Asah (Saling Menajamkan Pikiran), Silih Asih (Saling Mengasihi), dan Silih Asuh (Saling Membimbing),” pungkas Panglima TNI.

Keterlibatan satuan TNI dalam mengawal prosesi pengambilan dan penyerahan duplikat Sangsaka Merah Putih dan Teks Proklamasi diwakili oleh satuan Denkavkud TNI AD Parompong, Bandung dengan mengerahkan 8 (delapan) ekor kuda pilihan beserta prajurit penunggangnya dibawah pimpinan Lettu Kav Nunut Setyowadi yang sehari hari berdinas sebagai Danki di Denkavkud. (MR)

Komentar
  • HUMAS KABUPATEN PURWAKARTA
  • 17 Agust 2016 11:33:21

maaf mas/mba itu bukan punya purwokerto tapi itu milik kabupaten purwakarta jawa barat,saya selaku orang humas pemda purwakarta sangat keberatan dan saya harap itu di revisi secepatnya,karna kami atas nama masyarakat kabupaten purwakarta sangat keberatan,trimakasih perhatiannya

  • Erwinmoron
  • 17 Agust 2016 12:34:27

Kereta kencana KijagaKarsa itu dari KABUPATEN PURWAKARTA | itu salah nulis wartawan nya, enggal di lereskeun cepat dibetulkan , terimakasih

Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet