Kasus Perundungan di SDN 023 Pajagalan Orang Tua Korban dan Orang Tua Pelaku Islah

  • 15 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Kasus perundungan anak,  Selasa, 2 Agustus 2018 di SDN 023 Pajagalan, Kota Bandung, sempat menjadi viral di media sosial.  Hal tersebut membuat Kepala SDN 023 Pajagalan, Dante Rigmalia angkat bicara. Ia mengungkapkan, setelah mengetahui ada peristiwa tersebut, langsung berkomunikasi dengan orang tua siswa, baik korban maupun pelaku.

“Keesokan harinya, pad Rabu saya langsung mengadakan konseling dan pembinaan kepada anak. Saya juga berdiskusi dengan para guru,” ungkap Dante kepada Humas Kota Bandung, Sabtu (1/9/2018).

Selain itu, Dante juga memanggil orang tua pelaku untuk menjelaskan perkembangan kasus, dan mengoordinasikan langkah-langkah penanganan. Orang tua pelaku pun telah meminta maaf atas peristiwa yang terjadi. Namun begitu, Dante juga langsung berkonsultasi dengan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung.

“Saya langsung kontak DP3APM, untuk mendapatkan arahan terkait kejadian dan alternatif penanganan. Orang tua diundang, dan sudah bertemu. Orang tua pelaku sudah meminta maaf tetapi namun orang tua korban saat itu masih sangat marah,” tuturnya.

Keesokan harinya, pihak sekolah mengadakan pertemuan dengan komite sekolah dan psikolog, untuk berdiskusi tentang penanganan kasus tersebut. Dante bersama komite sekolah berkonsultasi kepada Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Bandung.

“Hari itu langsung ada Ipda Denia (Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polrestabes Bandung). Kemudian kami mendapat arahan langkah apa yang harus dilakukan, dan beliau mengatakan bagus ini sudah langsung ditangani oleh sekolah. Sudah ada mediasi dengan orang tua korban dan pelaku,” lanjut Dante.

Di hari yang sama, Dante kembali bertemu para orang tua. Setelah melalui mediasi, para orang tua bersepakat untuk menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan. Mereka akan memberikan pembinaan kepada anak-anaknya agar kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Dalam kasus ini, semua anak adalah korban, termasuk pelakunya. Maka, semuanya harus kita lindungi. Karena anak-anak berada dalam koridor pendidikan,” ucapnya. 

Sementara itu, Kepala UPT P2TP2A, Lenny Herlina mengapresiasi penanganan oleh sekolah. Menurutnya, sekolah telah mengambil langkah yang tepat dan cepat, sehingga bisa terjadi kemufakatanm antara orang tua pelaku dengan orang tua korban.

“Kepala sekolahnya bagus, sangat peduli untuk melakukan berbagai upaya penanganan. Beliau sudah berkirim surat ke Pak Kadis (DP3APM) minta untuk ada sosialisasi,” ujar Lenny.***

.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet