Kasus Pertama Belum Selesai Suami Inneke Dituntut 5 Tahun Penjara Oleh JPU KPK

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah, dituntut pidana penjara 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) ) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap kepada Kepala Lapas Sukamiskin.

JPU menilai terdakwa bersalah melakukan tindak korupsi, sebagaimana diatur di Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP Jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Padahal saat ini ia masih menjalani masa pidana di Lapas Sukamiskin karena kasus suap pejabat Bakamla‎, kini suami

"Kami menuntut dan meminta majelis hakim, menjatuhkan pidana penjara selama 5 tahun dan denda Rp 200 juta subsidair 6 bulan penjara," ujar jaksa KPK Kresno Anto Wibowo saat membacakan tuntutan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (20/2/2019).

‎Sebelumnya, dalam kasus suap pejabat Bakamla, Fahmi dijatuhi pidana penjara selama 2 tahun 8 bulan pada Juni 2017. Jaksa menerapkan tuntutan pidana maksimal kepada Fahmi, sebagaimana diatur di Pasal 5 ayat 1 yakni 5 tahun pidana penjara.

"Hal yang memberatkan terdakwa karena mengulangi lagi perbuatannya. Selain itu, terdakwa pernah dihukum atas kasus suap. Sedangkan hal meringankan, selama persidangan terdakwa bersikap sopan dan menyesali perbuatannya," kata jaksa.

Dalam melakukan tuntutan, jaksa membeberkan unsur perbuatan tersangka memberikan ai mobil double cabin merek Mitsubishi Triton, sandal dan tas mewah ke Kepala Lapas Sukamiskin‎ saat itu, Wahid Husen. Selain itu, ia juga memberikan uang puluhan juta rupiah untuk mendapat fasilitas mewah.

"Dengan pemberian tersebut, terdakwa mendapat fasilitas istimewa seperti kamar mewah yang dilengkapi televisi kabel, AC, springbed. Ia juga mendapat kebebasan mengguakan ponsel di Lapas Sukamiskin. Bahkan memiliki saung dan membangun ruangan 2x3 meter untuk berhubungan suami istri atau disewakan,"ungkapnya.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet