Kasad: Prajurit TNI AD Harus Tingkatkan Profesiaonalisme Teknis Kecabangan

  • 57 views
  • 0 comments

PADALARANG--- Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Mulyono, berharap adanya peningkatkan profesionalisme teknis kecabangan prajurit TNI Angkatan Darat dalam mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat. Hal itu diungkakannya saat membuka Apel Komandan Satuan (Dansat) dan Rapat Pembinaan Teknis Kecabangan (Rabinniscab) Angkatan Darat tahun anggaran 2018 di Pusat Pendidikan Kavaleri Kodiklatd Pusat Kesenjataan Kavaleri TNI AD (Pusdikkav Pussenkav Kodiklatad), Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (12/3/2018).

Apel Dansat dan Rabinniscab merupakan wadah yang tepat bagi seluruh pembina teknis kecabangan di jajaran TNI AD dalam meningkatkan penguasaan teknis kecabangan, dan kesenjataan melalui pembinaan yang terencana dan terarah dalam kerangka sistem pembinaan Angkatan Darat ini, melibatkan seluruh atau total 15 pusat kecabangan yang terdapat di Angkatan Darat.

"Kami ingin meningkatkan profesionalisme teknis kecabangan prajurit TNI Angkatan Darat, dalam mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat. Karena, tren bertempur saat ini kita dihadapkan pada modernisasi alutsista. Sehingga membutuhkan perubahan taktik bertempur adaptif. Disesuaikan dengan perkembangan lingkungan strategis, yang semakin kompleks," katanya.

Diungkapkanya, Rabinniscab TNI AD TA 2018 ini diharapkan dapat menghasilkan pemikiran-pemikiran yang inovatif dalam pengembangan taktik bertempur TNI AD. Kasad juga mengatakan, kecanggihan alutsista dan berbagai perlengkapan yang dimiliki, merupakan penunjang dalam menjamin terlaksananya tugas pokok secara efektif dan efisien.

"Walaupun begitu, kita tidak boleh melupakan core competency TNI AD, yaitu perang gerilya atau perang hutan, yang telah diakui oleh militer lain di dunia. Karena ssensi perang gerilya adalah penguasaan wilayah hutan, gunung, rawa, sungai dan pantai, yang merupakan kontur utama tanah air kita," ujarnya.

Kasad pun berpesan agar seluruh Panglima Kotama, Komandan Satuan, dan seluruh prajurit TNI untuk bersikap netral menghadapi Pemilukada serentak 2018.

"Gunakan kesempatan ini sebagai wahana penyamaan persepsi tentang tugas-tugas yang harus dilakukan oleh para Dansat, termasuk Tim Pengawas Netralitas Kotama serta forum sosialisasi. Kita harus implementasikan MoU TNI-Polri dalam hal penyelenggaraan keamanan dan ketertiban masyarakat,"pungkasnya. redaksi

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet