Kampanye Akbar Prabowo Di Bandung Sepi Pengunjung, Ini Kata Pengamat

  • 0 comments

Bandung, Ekpos

Rapat akbar pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Lapang Sidolig, Jln. Ahmad Yani, Kota Bandung, Kamis (28/3) kemarin tidak segebyar yang dijanjikan.

Klaim menghadirkan puluhan ribu massa tak berhasil karena rapat akbar itu hanya dihadiri tak lebih dari 50 persennya.

Menanggapi kondisi tersebut, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (KPSK) Universitas Padjajaran, Muradi menilai hal itu terjadi akibat dari beberapa faktor. Menurutnya, masyarakat di Jabar, khususnya yang berada di Kota Bandung, sudah paham betul mana calon yang harus dipilihnya.

"Saya kira kondisi di lapangan saat ini memang tidak jauh berbeda dengan hasil survei yang dilakukan banyak lembaga, yang mengunggulkan pasangan 01. Di Bandung misalnya, kemarin di Sidolig, saat kampanye 02, massa yang hadir tidak penuh. Bahkan terlihat kosong," ujar Muradi saat dihubungi, Jumat (29/3).

Muradi menambahkan, setidaknya ada tiga hal yang menyebabkan kondisi itu terjadi. Alasan pertama, publik melihat saat ini propaganda negatif terus muncul dan itu membuat mereka lelah. Faktanya, bahasan-bahasan di media sosial pun cenderung berbau hoaks.

"Nah, ketika publik dihadapkan pada situasi memilih, mereka cenderung untuk memilih yang clear. Dan mungkin menurut publik itu ada di pasangan 01," ungkapnya.

Alasan yang kedua, lanjutnya, dalam berbagai kasus tak bisa dilepaskan dari dinamika politik di Jabar. Belakangan ini, Jabar lebih sering didatangi oleh Joko Widodo (Jokowi), baik dalam kapasitasnya sebagai presiden maupun calon presiden yang ikut dalam kontestasi Pilpres 2019

"Tak bisa dipungkiri, Jokowi datang dan menawarkan banyak hal. Nah itu bagian dari upaya memperkuat dukungan di Jabar," tambahnya.

Faktor ketiga, ujar Muradi, tak bisa dilepaskan dari sosok Ridwan Kamil yang memang mendukung pasangan 01. Emil, sapaan Ridwan Kamil, dinilai Muradi sudah mulai bekerja.

"Betapapun hanya bicara sedikit, tapi harus diakui Ridwan Kamil ini pengaruhnya sangat signifikan. Kalau kita melihat acara di Sidolig (Rapat Akbar Prabowo-Sandi), siapa sih tokoh utama di Jabar di luar Prabowo-Sandi yang hadir? Saya kira tidak ada. Bahkan tokoh sentral sudah ada di Ridwan Kamil, dia bisa mengisi kekosongan itu," paparnya.

Hal-hal itulah, kata Muradi, yang menarik dan perlu dikaji lebih mendalam. Namun dengan situasi yang terjadi saat ini, Muradi memprediksi dalam beberapa pekan ke depan sebelum hari H pencoblosan, kecenderungan suara rakyat Jabar ke pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin lebih besar dibandingkan ke Prabowo-Sandi.

Terlebih di Jabar saat ini kondisinya berbeda dengan Pilgub, apalagi saat Ahmad Heryawan maju. Saat itu, imbuh Muradi, PKS masih solid, berbeda dengan sekarang. Sebagai pendukung pasangan 02, beban PKS untuk bisa ikut memenangkan sangat besar sehingga bisa berpengaruh.

"Saya kira kalau tidak ada gerakan politik yang masiv, tidak ada perubahan signifikan. Dalam beberapa survei juga pasangan 01 masih unggul namun belum melewati angka psikologis, di atas 51 persen. Melihat dinamika ni, saya kira masih untuk 01. Kalaupun menang, memang tipis," tandas Muradi. [mae]

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet