Kajati Jabar: Penanganan Kasus Harus Saling Bersinergi

  • 177 views
  • 0 comments

Bandung, Ekpos.com

Kajati Jawa Barat, Setia Untung Arimuladi didampingi Wakajati menerima kunjungan Kepala Bank Indonesia Jawa Barat Juda Agung bersama Kepala Grup BI Jabar dan Kepala Divisi SP & PUR di ruangan kerjanya di ruang kerja Kajati, Jumat (3/3/17) pukul 10.00 Wib.

Dalam kesempatan tersebut, selain dalam rangka silaturrahmi, ada beberapa agenda yang dibahas pada pertemuan itu, di antaranya terkait dengan kerjasama dalam penanganan tindak pidana pencucian uang, tindak pidana perbankan dan pencegahan peredaran uang palsu.

"Kami ingin memperkuat koordinasi termasuk salah satunya dengan Kejaksaan, berbagai kerjasana yang sudah dibicarakan termasuk salah satunya dalam penanggulangan peredaran uang palsu. Pointnya adalah kerjasama terkait dengan uang palsu, tindak kejahatan perbankan khususnya di sistem pembayaran, selain itu ke depannya kita juga ingin mengingkatkan kegiatan yang lainnya," ujar Juda saat di sela-sela kunjungan.

lanjutnya, pengamanan dalam mencegah penyebaran uang palsu saat ini di masyarakat sebenarnya sudah semakin canggih, sehingga pencetakan dan penyebaran uang palsu itu sendiri bisa semakin berkurang, imbuhnya.

Selain pencegahan penyebaran uang palsu, pertemuan tersebut juga terkait kejahatan di bidang perbankan. "Contoh kejahatan di bidang perbankan seperti penggunaan kartu kredit dan gesek tunai, variasinya banyak sekali. Supaya awareness dari teman-teman Kejaksaan jika ada waktu kita bisa membahas hal tersebut lebih lanjut terkait sosialisasi dan peredaran uang baru," pungkasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kajati yang didampingi oleh Wakajati dan Asipidsus mengucapkan terimakasih atas kunjungan silaturrahmi dari Kepala Bank Indonesia Jawa Barat. "Saya berterimakasih atas kunjungannya pada hari ini, sebagai pejabat yang baru menjabat tentunya ini merupakan awal dari suatu kegiatan beliau," ujar Kajati.

"Selama ini kerjasama yang terjalin sudah bagus dan sinergis terutama terkait dengan penanganan kasus-kasus yang tadi dijelaskan sebelumnya, modus kejahatan semakin hari semakin canggih, ke depan saya mengusulkan agar sinergitas ini dapat ditingkatkan melalui perlatihan-pelatihan kepada jaksa dan penegak hukum lainnya. Aparat penegak hukum di daerah harus bisa mengikuti perkembangan terkait dengan kejahatan perbankan sehingga bisa memahami dan melakukan antisipasi dini," kata Kajati.

Lanjutnya, kita harus bisa mengimbangi tingkat kejahatan tersebut dan mengikuti perkembangan di era masa sekarang ini, minimal angka kejahatannya bisa dikurangin, imbuhnya.

Saat ditanya terkait kerjasama yang akan dijalankan tersebut, Kajati menyampaikan bahwa kerjasama ini merupakan kerjasama yang sudah lama terjalin. "Kerjasama dengan pihak Bank Indonesia sudah lama terjalin," tutupnya. (MR/Hms)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet