KADISDIK Sumba Timur Ingin Pendekatan PDIA Diterapkan di KKG

  • 101 views
  • 0 comments

NTT, SUMBA--- Setelah mengikuti sesi  sintesa masalah-masalah pendidikan di Sumba Timur dengan menggunakan pendekatan PDIA PDIA (Problem Driven Iterative Adaptation), Kadis Pendidikan Sumba Timur, Yusuf Waluwanja sangat tertarik menerapkan pendekatan tersebut pada  kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) yang sedang  digalakkan oleh Dinas.

Ketertarikan Yusuf akan program tersebut diungkapkan ketika mengikuti diskusi selama dua hari (14-15 Februari) dengan tema “Program Rintisan Pembelajaran Menggunakan Multi Bahasa Bagi Siswa Penutur Bahasa Daerah” di Hahar, Sumba Timur, (14-15/2/2018).

Diskusi tersebut membahas masalah prioritas dan pemecahan akar permasalahan sehingga proses pelaksanaan belajar mengajar lebih efektif.

“Kalau kita lakukan aktivitas-aktivitas berdasarkan pendekatan PDIA atau pendekatan menemukan solusi local, untuk permasalahan lokal ini dengan konsisten, saya yakin solusi masalah pendidikan kita akan kita dapatkan dengan cepat. Dalam dua atau tiga tahun ke depan, kalau dijalankan dengan konsisten progam solusi itu, saya yakin hasilnya sudah juga kelihatan,” ujarnya optimis di hadapan semua peserta sintesa.

Sesi sintesa merupakan salah satu jenjang yang digunakan dalam, yaitu sebuah pendekatan yang menggunakan program pendidikan INOVASI,  sebelum merancang sebuah program. Pada jenjang tersebut, semua masalah dan akar masalah, dalam hal ini pendidikan tingkat sekolah  yang sudah diteliti lewat observasi dan wawancara oleh para peneliti INOVASI berusaha divalidasi.

Di Sumba Timur, pendekatan PDIA dan jenjang-jenjangnya digunakan  untuk mencari akar masalah dan membuat solusi dari realita kesulitan anak-anak berbahasa daerah, dalam lingkup pengantar pembelajaran di kelas yang memakai Bahasa Indonesia.  Pada beberapa sekolah yang diteliti oleh para fasilitator daerah INOVASI, sampai jenjang kelas tiga, para gurunya masih dominan menggunakan bahasa daerah.   Oleh karena itu, Kadis Pendidikan  menyarankan, sebelum menyusun kegiatan KKG (Kelompok Kerja Guru), aktivitas -aktivitas model pendekatan PDIA juga dilakukan. Para guru bisa mengidentifikasi dulu masalah yang terdapat pada pembelajaran mereka, lalu menyusun agenda KKG berdasarkan masalah tersebut dengan tool-tool seperti pada PDIA.

“Usulan kepala dinas ini sangat baik. Karena berbasis menjawab masalah, sesuai dengan jenjang pendekatan PDIA,  program KKG akan lebih bisa menjawab masalah-masalah pembelajaran di sekolah,” ujar Afif,   Education Officer Program INOVASI.

Program INOVASI di NTT dimulai pada bulan Juli 2017. Penandatanganan MoUnya  dengan  pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur dilakukan bulan November 2017. Program ini akan dilaksanakan sampai akhir tahun 2019.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet