Jepang Buka Peluang Lulusan SMA/SMK Untuk Bekerja Sebagai Perawat Lansia

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Jepang membuka peluang bagi lulusan SMA/SMK Keperawatan Jawa Barat dapat bekerja sebagai perawat lansia di negeri Sakura tersebut, dengan catatan memiliki sertifikat.

Untuk mendukung program tersebut, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar bekerja sama dengan Sentra Global Edukasi (SGE) Indonesia menggelar "Seminar Program Beasiswa Pendidikan Perawat Lansia Bersertifikat Jepang bagi Siswa Lulusan SMA/SMK Keperawatan" di Aula Tikomdik, Jln. Dr. Radjiman No. 6, Kota Bandung, Selasa (10/9/2019).

Melalui seminar tersebut diharapkan dapat menyerap lulusan SMA/SMK keperawatan di Jabar sebagai tenaga perawat lansia di Jepang. Selain itu, untuk memberikan pengetahuan serta membuka paradigma terhadap masyarakat, tenaga pendidik, orang tua, dan siswa mengenai betapa pentingnya melanjutkan pendidikan sebelum bekerja di Negara Sakura.

Melalui konsep "Japan Indonesia Students Net", program beasiswa pendidikan ini menjadi ikatan kontrak untuk melanjutkan pendidikan dan bekerja di Jepang. 

Kadisdik Jabar, Dewi Sartika mengatakan, program ini sangat membantu menurunkan isu pengangguran di Jabar. Selain itu, kerja sama pendidikan dalam konsep program Japan Indonesia Net juga bisa membantu meningkatkan mutu pendidikan dalam penyerapan lulusan SMA dan SMK.

“Ini merupakan kolaborasi untuk menyingkirkan pengangguran di Jabar, terlebih tenaga kerja perawat dibutuhkan untuk bisa merawat para lansia,” ujarnya.

CEO Sentra Global Edukasi, Rudi Subiyanto mengatakan, terdapat beberapa skema yang harus dilewati oleh siswa. Di antaranya, pendidikan bahasa Jepang selama 1 tahun 6 bulan di Okayama Institute of Languages, dilanjutkan pendidikan akademi careworker selama 2 tahun.

“Juga jaminan pekerjaan selama 3 tahun di beberapa rumah sakit lansia di Jepang sebagai perawat. Siswa akan mendapatkan kesempatan bekerja paruh waktu dan mempunyai penghasilan agar bisa memenuhi kebutuhan hidupnya,” tuturnya.

Rudi menyatakan, pengembangan program kerja sama dengan Disdik Jabar sebagai bukti nyata untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang menjadi tanggung jawab bersama dan harus dirasakan bersama.

Program ini, tambahnya, didukung dengan fenomena di Jepang yang menurunnya usia produktif, dimana jumlah lansia lebih banyak dibandingkan kaum muda. Sedangkan Jabar unggul dalam jumlah pemuda dan memiliki potensi di bidang tenaga kerja.

Chairman of Okayama Institute of Languange, Hiroko Katayama berharap, pemuda Indonesia bisa terlibat dalam program ini dan didukung dengan kemampuan yang baik. 

“Jepang memang kekurangan pemuda. Oleh karena itu, kami sangat membutuhkan tenaga perawat lansia dari Indonesia. Kami berharap, pemuda Indonesia juga bisa mengaplikasikan dengan baik ilmu yang didapatnya nanti,” harapnya.***

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet