Jangan Terjebak Lintah Darat! Bergabunglah Dengan Kredit Melati

  • 1178 views
  • 1 comments

Bandung, Ekpos.com

Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil menargetkan sebanyak 100.000 pelaku usaha di Bandung mendapatkan pinjaman lunak Kredit Melati (Melawan Rentenir). Sejak diluncurkan awal 2015 lalu, dana yang telah di salurkan hingga kini mencapai Rp 17 miliar, dengan jumlah debitur mencapai 7.000 pelaku usaha.  

Kredit Melati adalah program pemerintah untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan sekaligus menjadi cara melawan rentenir. Langkah itu dilakukan melihat keberadaan rentenir yang dinilai telah merusak tatanan ekonomi masyarakat bawah. Para rentenir seolah-olah memberi kemudahan. Padahal membelenggu pada jerat kemiskinan.

"Alhamdulillah sejak Mei 2015 lalu, cukup memberi dampak positif," ucap Wali Kota Bandung Ridwan Kamil, di Balai Kota Bandung, baru-baru ini.  

Melalui Perusahaan Daerah (PD) Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Kota Bandung, Pemkot menyalurkan bantuan kredit dengan angggaran Rp 32 miliar kepada para pelaku usaha kecil. 

Besar kreditnya mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 30 juta. Hingga Januari 2016, telah disalurkan kredit sebesar Rp 17 miliar kepada 1.200 kelompok dan 1.000 yang mengajukan kredit secara perorangan. Totalnya telah mencapai 7.000 orang.

"Saya minta kepada direksi (PD BPR) yang baru jumlah ini harus ditingkatkan. Saya minta 100.000 pelaku usaha baru sampai 2018. sistemnya harus diperbesar," katanya.

Namun yang paling menarik adalah, sejak diluncurkan tingkat pembayaran kreditnya cukup baik. Dari 7.000 orang yang menerima bantuan kredit tidak ada satu pun yang menunggak atau pem bayaran tidak lancar. 

"Non performing Loan-nya nol. Ini yang menarik," ujarnya.  

Maka dari itu, dia meminta PD BPR meningkatkan penyaluran kredit kepada masyarakat. Hingga 2018 harus berhasil menyalurkan kredit kepada 100.000 orang. 

"Saya minta ke direksi baru 100.000 pelaku usaha baru hingga 2018," katanya. 

Direktur Utama PD BPR Kota Bandung, Acep Herisuhana mengatakan para penerima kredit didominasi oleh pelaku usaha kecil. Seperti tukang bakso, mie ayam, gorengan, dan jenis usaha lainnya. 

"Kebanyakan pedagang dan industri kecil. Pinjamannya dari Rp 1 juta hingga Rp 30 juta," ujarnya. 

Dia mengatakan, program Kredit Melati menjadi acuan bagi PD BPR di kabupaten/kota lain. Bahkan pihaknya sering dijadikan narasumber untuk mengetahui sistem Kredit Melati.

"Kalau di kitanya sendiri, harus ada perbaikan dari sisi teknologi. Tapi secara kualitas cukup baik. Karena NPL-nya nol. Bahkan kreditur sudah ada yang lunas dan mengajukan pinjaman  dengan jumlah yang lebih besar," tuturnya.

Untuk ketentuan perorangan adalah mereka yang memiliki usaha perdagangan, jasa, dan industri rumahan. Jaminannya, Sertifikat Hak Milik (SHM), Akta Jual Beli (AJB), Bukti Pemilikan Kendaran Bermotor (BPKB), deposito dan tabungan, Surat Izin Pelaku Teknis Bangunan (SIPTB).

Sementara, untuk kelompok, minimal terdiri dari 5 orang dan maksimal 10 orang. Sasaran kredit untuk kelompok usaha berdasarkan wilayah, jenis usaha, gender, dan profesi. Jaminan yang dikelola kelompok bisa berupa peralatan rumah tangga, SHM, AJB, BPKB, deposito dan tabungan, serta SIPTB.

Syarat pengajuan kredit dengan melampirkan fotokopi KTP, Kartu Keluarga, Surat Nikah, Pas Foto, surat keterangan usaha, dan beberapa persyaratan khusus lainnya.
"Program ini hanya untuk KTP Bandung. Semoga program ekonomi ini bermanfaat bagi kesejahteraan warga Bandung," ujar Ridwan Kamil.(Bd/ Harry gibrant)

 

Komentar
  • sri rubiyati
  • 08 Sep 2018 07:36:01

Tolong pak ridwan kamil kasih saya pinjaman yang halal saya terlilit hutang

Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet