Jabar Segera Miliki Tol Yang Menghubungkan Bandung, Garut dan Tasik

  • 770 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com--- Jawa Barat akan memiliki jalan tol baru yang menghubungkan Bandung, Garut, dengan Tasikmalaya (Cigatas). Sebelumnya, rencana pembangunan Tol Bandung-Garut-Tasikmalaya-Ciamis, sudah terpetakan dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 45 Tahun 2018 tentang Tata Ruang Kawasan­ Perkotaan Cekungan Bandung.

"Tadi Pak Gubernur bilang, tol di selatan itu, Cileunyi-Garut-Tasik, bisa groundbreaking tahun ini," kata Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan di Hotel Hilton Bandung, Rabu (1/8).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menyambut gembira lahirnya Perpres No 45 Tahun 2018 tersebut.  Sejauh ini Pemprov Jabar selama lima tahun terakhir terus mendorong agar penataan tata ruang di Cekungan Bandung segera diatur.

“Ini sudah lama kita perjuangkan, sejak saya di Asisten Administrasi.  Alhamdulillah sekarang bisa terwujud. Tinggal menyesuaikan semua perda dengan perpres ini,” katanya di Gedung Sate, Bandung, Sabtu (21/7).

Iwa mengatakan, ada kemungkinan dalam pembangunan Tol Bandung-Garut-Tasikmalaya-Ciamis, rute nya akan berubah.

“Tadinya melewati Cileunyi, menjadi melewati Majalaya lewat Gedebage,”ungkapnya.

Dikatakan Iwa, perpres ini di antaranya mengatur pengendalian pembangunan, pengantisipasian kemacetan serta banjir di Cekungan Bandung atau Bandung Raya yang terdiri atas Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, dan Sumedang. Namun Iwa memastikan, Pemprov Jabar dan lima pemerintah daerah terkait membutuhkan perpres ini, tak hanya untuk mengakomodasi proyek infrastruktur, namun solusi persoalan banjir yang menyergap kawasan ini akhirnya mendapatkan payung hukum.

“Pengendalian banjir Rancaekek, pembuatan kolam retensi Gedebage, kolam retensi Cieunteung, sodetan sungai, dan pembangunan tunnel Curug Jompong, dibahas di sini. Ada juga terkait lahan pertanian berkelanjutan,” kata Iwa.

Perpres ini menurut Iwa semakin menguatkan seluruh subtansi pengendalian kawasan Bandung Utara yang peraturan daerahnya sudah lebih dulu dikeluarkan Pemprov Jabar. Iwa menuturkan nantinya arah perizinan untuk pembangunan, khususnya di Kota Bandung, lebih kepada pembangunan vertikal.

Sebelumnya, Dirjen Tata Ruang Kementerian ATR/BPN Abdul Kamarzuki mengatakan, lahirnya perpres ini sangat penting agar tidak ada perda yang bertentangan dengan perpres tersebut. Sehingga, penataan kawasan Bandung Raya bisa dilakukan secara terencana dan berkelanjutan. Dikatakannya, kawasan cekungan Bandung memiliki berbagai keterbatasan, terutama menyangkut lingkungan dan geologisnya. Selain dikelilingi pegunungan, dan memiliki potensi bencana yang cukup banyak, daya dukung sumber daya alam pun terbatas.

"Pengembangan cekungan Bandung ini memerlukan pengaturan tata ruang, sehingga akan memiliki daya saing dan ramah lingkungan. Perpres ini sifatnya komplementer, sehingga perda-perda yang tidak sesuai dengan perpres harus menyesuaikan diri,” ungkapnya.***

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet