Ironis, Surat Konfirmasi ke Kadisdik Jabar Terkait Anggaran O2SN Raib

  • 398 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Ironis, sekelas Dinas Pendidikan Jawa Barat masih carut marut untuk mengurus administrasi. Salahsatunya surat konfirmasi yang dilayangkan Ekpos.Com terkait kejelasan sumber anggaran Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2018 tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan besarannya, raib tak tentu rimbanya.

 

Surat pertanyaan tertulis sengajka dilayangkan Ekpos.Com untuk kepentingan perimbangan pemberitaan. Karena selama ini, hanya diperoleh berdasarkan fakta temuan di lapangan dan keterangan dari beberapa sumber saja. Namun sampai detik ini belum mendapat penjelasan dari Pengguna Anggaran  disdik jabar , tepatnya dari Kadisdik jabar Ir . H . Ahmad Hadadi, sehubungan surat  konfirmasi oleh  TU pimpinan konon diserahkan kepada bidang Guru Tenaga Kependidikan (GTK ) disdik jabar.

Padahal berdasarkan temuan di lapangan, kegiatan 02SN tingkat SD dan SMP yang secara kasat mata  terindikasi sarat penyimpangan. Untuk hari pertama, akomodasi komsumsi  untuk atlit sangat tidak layak. Selain tidak memenuhi asupan gizi juga dikemas dengan Sterofoam yang jelas-jelas sudah di warning oleh kemenkes. Pelarangan tersebut dilandasi payung hukum yang diberlakukan sejak  1 november 2016 lewat SK kemenkes dan BPOM.

Akibatnya sejumlah keluhan bermunculan, tak hanya dilontarkan atlit, namun panitya sendiri banyak diantaranya mengeluhkan masalah yang sama. Tak hanya menu makanan saja, mereka pun mengeluhkan fasilitas transfortasi  untuk peserta luar kota selama kegiatan. Namun ketika dikonfirmasi ke panitia di GTK maupun pihak hotel selaku pihak ketiga terkesan saling tuding.

“Terkait masalah ini seharusnya menjadi tanggung jawab Dinas pendidikan  dari bidang GTK yang memberi pagu kegiatan begitu minim. Untung saya mau mengerjakan dengan anggaran sekecil itu " kata Andi manajer Hotel Agusta pada Ekpos via seluler, Sabtu ( 21/7/2018) lalu.

Namun ketika di tanya proses order  kegiatan dengan cara apa , Andi tidak bersedia memberikan jawaban.  “Kalau pertanyaan itu saya no Comen , tidak akan jawab Tegas andi,” tegasnya.

Hal yang sama diungkapkan Fris karyawan satu hotel kawasan Jalan Gatot Subroto, ia menyatakan, pihaknya menerima anggaran sebesar Rp 200 ribu , itu hanya untuk menginap saja. Sedangkan Komsumsi dari pihak luar hotel , dan tidak tahu berapa anggarannya .

“Kalau untuk 02SN tingkat SMA  kami bertanggung jawab sepenuhnya terkait akomodasi konsumsi. Karena pengelolaan anggaran sepenuhnya diserahkan ke hotel, untuk menginap Rp 200 rb dan untuk komsumsi Rp 100 ribu,” tegas Fris.

Dikatakannya, dengan dipecahnya anggaran akomodasi dan konsumsi untuk satu kegiatan tersebut pihaknya menjadi terbebani. Pihaknya khawatir, jika konsumsi yang diberikan pihak luar tersebut tidak sesuai atau di luar stndar baku yang sudah ditetapkan.

“Sebenarnya beban buat kami jika dalam satu kegiatan, anggaran akomodasi komsumsi dipisah dengan pihak luar paket mamin nya. Kami juga tidak mengerti cara dan aturan pemerintah untuk kegiatan yang melibatkan hotel kok begini. Mending kalau pengerjaan komsumsinya bagus , tapi kalau konsumsinya di luar standar akan berimbas pada hotel kami. Karena dalam SPK akan berpengaruh jika ada temuan. Mudah-mudahan pemerintah tepatnya disdik lebih mempertimbangkan lagi di aturan kegiatan ke depan. Terlepas kegiatan dilaksanakan di hotel mana saja,” harapnya.

Penjelasan dari pihak hotel ini, bertentangan dengan pernyataan dari  Bendahara Pembantu pelaksanaan (BPP) Kegiatan Ai karwati saat dikonfirmasi Ekpos.Com sebelumnya.  Ai menjelaskan, nilai anggaran per-siswa ( peserta ) 02SN tahun ini sebesar Rp 200 ribu/orang, dengan rincian Rp 125 ribu untuk hotel dan Rp 75 ribu untuk snack.

“Akomodasi dan Komsumsi kegiatan O2SN tingkat SD dan SMP, sepenuhnya yang harus bertanggung jawab adalah Hotel. Karena kami sudah menyerah DPA kegiatan pada hotel dan harus di pertanggung jawabkan sepenuhnya oleh Hotel sebagai pihak ke tiga,” tegas Ai atau yang sering dipanggil Utih saat ditemui Ekpos.Com di kantornya, Sabtu, (14/7/2018)lalu.

Dijelaskan Ai saat itu, kegiatan 02SN tahun ini sebagai kegiatan MANDATORI  yang harus dilaksanakan atas perintah kementerian pendidikan lewat gubernur Jawa Barat dan tidak disertai  anggaran yang memadai.

“Tahun ini dilaksanakan oleh Guru Tenaga Kependikan (GTK) Disdik Provinsi Jabar. GTK  terpaksa melaksanakan kegiatan, karena instruksi kementerian melalui Gubernur.  Untuk anggarannya di luar program yang sudah ada Di GTK  ( Guru Tenaga kependikan). Kalau tahun  lalu di laksanakan oleh PGRI Provinsi Jawa Barat dan didanai dari  dana Hibah,”ujar Utih.

Andai dalam proyek ini  di kerjakan oleh Hotel dengan  standar pekerjaan   layak , pihak hotel tidak akan rugi  dengan akomodasi  komsumsi 02SN. Sebagai contoh di salah satu hotel di kawasan Jalan Pahlawan , diakui Adelia selaku recepsionis hotel , jumlah atlit siswa yang nginap mencapai 200 orang lebih dengan kamar hotel yang tersedia 54 Kamar.

Secara kasat mata bisa di hitung berapa siswa menginap per kamar dan berapa standar harga hotel per kamar. Dari nilai pagu siswa masing masing  dan harga ketentuan hotel , masih banyak kelebihan. Bahkan siswa banyak yang pulang sebelum waktu penutupan saat kalah di hari kedua sehingga pelayanan hotel tidak full.  Padahal panitia sudah mengontrak pihak hotel secara fullboard.

Disisi lain berdasarkan informasi yang diperoleh Ekpos.Com di lapangan, diluar akom bendahara O2SN Ai karwati  juga meminjam bendera salah satu pengusaha, entah untuk apa.

Kesimpangsiuran pengakuan  masing masing pihak inilah yang mendorong Ekpos.Com untuk melayangkan surat permohonan kejelasan terkait anggaran kegiatan atlit siswa , antara Hotel , Pihak ke tiga serta Panitia di GTK. Namun sejak dilayangkannya surat tersebut 8 hari lalu hingga saat ini Kadisdik Jabar tidak memberikan jawaban. Ganefa

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet