Hadapi Kemarau Panjang BPBD Demak Siaga Darurat Bencana

  • 32 views
  • 0 comments

DEMAK, Ekpos.Com---Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Demak, Jawa Tengah, telah memetakan sejumlah titik yang rawan terjadinya kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (Kahurtala), akibat meningkatnya titik panas sejak Januari lalu. BPBD Demak, telah menyiapkan sejumlah langkah untuk mengantisipasi jika terjadi kekeringan dan kebakaran baik di wilayah hutan, lahan, maupun pemukiman warga.

Hal tersebut dibahas dalam Rakor Menghadapi Musim Kemarau/Kekeringan tahun 2018 BPBD Kab.Demak yang dihadiri HM.Natsir,S.Ag,MM,M.Pd ( Bupati Demak ), Drs. M.Agus Nugroho LP ( Ka Pelaksana BPBD Kab.Demak ), Feri Tris ( BMKG Propinsi Jateng ), Drs.Agus Waluyo,MM ( Kabid 2 bidang Kedaruratan BPBD Prop.Jateng ), Kapten Inf Juwedi ( Pasi Ops Dim 0716/Demak ), Aiptu.Eko Murti ( Staf Ops Polres Demak ), Staf BPBD Kab.Demak serta Relawan BPBD Kab.Demak, di Aula Pertemuan Lantai 2 Gedung BPBD Kab.Demak, Senin (16/7/2018).

“Berdasarkan info BMKG, kemarau sudah sejak April kemarin dan prediksinya sampai September. Kita sudah melaksanakan rakor sebelumnya persiapan terkait dampak kemarau,” tutur Kepala Pelaksana BPBD Demak, Drs.M.Agus Nugroho LP.

Agus Nugroho menjelaskan, memasuki musim kemarau, BPBD Demak beserta stakeholder terkait, telah berkoordinasi mengantisipasi sejumlah persoalan. Diantaranya kebutuhan air baku, kebutuhan irigasi, kesehatan masyarakat karena perubahan musim, ketahanan pangan, hingga kebakaran lahan dan pemukiman warga.

"Sebagai antisipasinya, Pemkab Demak pun mengambil langkah dengan menginfentarisir, mendata serta pemetaan daerah yang kekurangan air bersih ,” katanya.

Menurutnya, di kabupaten Demak tahun 2017 ada 62 desa yang terkena dampak kekeringan. Diharapkan, untuk disetiap daerah atau desa mempunyai embung dan sumur bor guna menanggulangi kekeringan dan mengurangi kekurangan air bersih.

“ Tahun 2018 BPBD Kab.Demak mempunyai stok/cadangan 250 tangki, dan 250 tangki dari Propinsi  dan kita menjadwalkan daerah mana yang akan menerima bantuan air bersih,” ungkap Agus.

Sementara itu Bupati Demak,  HM.Natsir,S.Ag,MM,M.Pd, menjelaskan, bencana merupakan fenomena alam yang tidak bisa kita tolak. Seperti pada musim penghujan terjadi banjir, dan pada musim kemarau terjadi kekeringan, kekurangan air bersih dan kebakaran.

“Ada berbagai hal yang menjadi penyebab kebakaran, salahsatunya akibat konsleting listrik. Maka dari itu, perlu disosialisasikan kepada masyarakat dalam penggunaan listrik dalam rumah tangga. Untuk itu, BPBD dan para relawan laksanakan tugas kemanusiaan ini, dengan baik dan iklas untuk membantu masyarakat yang terkena musibah. Untuk mengatasi darurat bencana, harus melibatkan 3 pilar yaitu Pemerintah (TNI,Polri,Pemda), dunia usaha dan masyarakat. Sehingga, segala bencana akan cepat teratasi,” jelas Bupati.

Berdasarkan keterangan BMKG, saat ini terjadi peningkatan titik panas atau hotspot sekitara 30 persen dari tahun lalu pada periode Januari hingga Juni. Bahkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), telah menetapkan delapan Provinsi di Kalimantan dan Sumatera dalam status siaga terjadinya karhutla di musim kemarau.(Pendim 0716/Demak)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet