Habib Syarif. Raperda Agama dan Keagamaan Atasi Gap Pendidikan Agama

  • 0 comments
Habib Syarif.  Raperda Agama dan Keagamaan Atasi Gap Pendidikan Agama

 Bandung Ekpos.com

Adanya Gap atau ketimpangan yang cukup dalam antara Pendidikan Umum dan Pendidikan Agama dan Keagamaan, seakan-akan pendidikan agama ini mewakili lapis bawah sementara pendidikan umum ada di atas. Melahirkan keprihatinan yang sangat mendasar untuk melahirkan peraturan untuk mengcover permasalah tersebut.

Dengan  pertimbangan adanya keprihatinan yang cukup mendasar tersebut Badan Pembentukkan Peraturan Daerah (BP Perda) DPRD Provinsi Jawa Barat saat ini tengah menggarap rancangan Peraturan daerah Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan yang diusulkan Biro Pelayanan Sosial dan Keagamaan Setda Pemprov Jabar. Sebagaimana dikatakan Ketua BP Perda DPRD Jawa Barat. Drs. KH. Habib Syarief Muhammad Alaydrus kepada Ekpos.com di ruang kerjanya, Senin (21/1).

“Jawa Barat memiliki  Perda No 5 Tahun 2017 tentang kependidikan, namun  perda ini belum bisa mengcover persoalan pendidikan keagamaan, “Tegas Habib.

Oleh karena itu untuk pendidikan keagamaan ini Biro Pelayanan Sosial menyampaikan usulan agar bisa dibentuk dalam bentuk perda tersendiri yang namanya perda Agama dan Keagamaan. Usulan ini berdasarkan kepada pertimbangan yang pertama adanya keprihatinan yang cukup mendasar di satu sisi Jabar ini identik dengan pemahaman dan pengamalan agama yang cukup kental, namun dipihak lain dirasakan adanya ketimpangan dan kepincangan untuk pendidikan agama.

“Ada argumen  yang  bisa kita pahami baik dari  sisi filosopis, sosilogis maupun yuridis. Nampaknya perda ini akan menjadi solusi, satu terobosan satu jalan keluar untuk bisa mengangkat sekaligus merubah citra pendidikan agama dan pendidikan keagamaan di jawa Barat.”Ujar Habib

Politisi PPP Jawa Barat ini menjelaskan,  Raperda ini akan menjadi raperda pionir raperda rintisan yang baru pertama untuk daerah-daerah karena selama ini belum ada yang kami dengar satu daerah pun memiliki perda ini.

Hal ini terkait dengan 4 hal : Pertama. Minimnya SDM untuk bidang keagamaan, dari sisi kwalitas dan penguasaan ilmu kurang memadai, kurang mendapatkan penghargaan yang layak.  Kedua. Sarana dan prasarana yang sangat bersahaja.

Pendidikan Umum inisiasinya banyak dari pemerintah sementara pendidikan agama inisiasinya banyak muncul dari masyarakat. Karena itu kita bisa melihat  adanya ketimpangan yang cukup dalam. Gap yang seakan-akan pendidikan agama ini mewakili lapis bawah sementara pendidikan umum ada di atas, sehingga gap nya itu sangat terasa sekali ini dari sarana prasarana.

Ketiga. Kurikulum, silabus dan sebagainya terkait pendidikan agama masih sangat terlambat. Keempat.  Sumber dana jadi masalah, pendidiknya sendiri sering jadi masalah.

Keempat faktor ini yang menjadi faktor keberhasilan tujuan pendidikan tentunya memerlukan perhatian yang lebih khusus. Yang ada sementara ini tidak ckup didukung oleh pemerintah pusat saja memerlukan perhatian kepedulian dan keberpihakan dari berbagai level pemerintah yang ada.

Lahirnya perda ini diharapkan jadi payung hukum untuk bisa dialokasikannya anggaran khusus, kerana tanpa payung hukum akan kesuliytan bagaimana menganggarkannya, kedua. Perda diharapkan bisa jadio [pemicu akselesai di bidang pendidikan agama. Ketiga, Diharapkan  jadi equilibrium bagi perubahan mental, spiritual, budi pekerti ahlak melalui pendidikan agama dan keagamaan. Keempat diharapkan bisa memeberikan warna tersendiri melalui aplikasi pendidikan Agama dan Pendidikan keagamaan di Jawa Barat.@ antz

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet