GAPKI Kalsel, BRG Dan TRGD Kalsel: Restorasi Lahan Gambut Sangat Mendesak

  • 94 views
  • 0 comments

Kalsel, Ekpos.com

Dinas Perkebunan & Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel)  bersama dengan Tim Restorasi Gambut Daerah (TRGD) Kalsel  dan Tim BRG (Badan Restorasi Gambut) lakukan diskusi dengan Perusahaan Perkebunan Dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalimantan Selatan.

Acara diselenggarakan di Aula Dinas Perkebunan dan Peternakan diJalan A.Yani KM 35 Banjarbaru Kalimantan Selatan, Kamis (30/11/2017) dengan Topik Kewajiban Perusahaan Perkebunan Mendukung Restorasi Gambut di Kalimantan Selatan.

Sebagai nara sumber dalam acara ini, Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut, KemenLHK M. Askary, Kapokja Perencanaan Deputi I BRG  Noviar, Kapokja perencanaan anggaran & hukum BRG  Didy Wuryanto, kepala Dinas Perkebunan & peternakan Provinsi Kalsel  Drh. Suparmi, Ketua TRGD Kalsel Saut Nathan Samosir dan Sekretaris TRGD Kalsel Sri Naida.

Kapokja perencanaan anggaran & hukum BRG  Didy Wuryanto  antara lain memaparkan  tentang Pemetaan berdasarkan kepemilikan dan tenurial yang memiliki fungsi penting dalam strategi restorasi, termasuk juga kebutuhan dananya.

Dijelaskannya, Dana pemerintah hanya bisa digunakan untuk merestorasilahan gambut terdegradasi di luar konsesi perusahaan. Sebaliknya, lahan gambut kritis yang berada di wilayah konsensi perusahaan harus direstorasi oleh perusahaan tersebut dan BRG akan memberikan penugasan serta supervisi.

Dalam  diskusi ini, terdapat  beda Persepsi  yang cukup tajam  antara Pihak Pemerintah dengan Pihak Perusahaan  Kelapa Sawit  baik yang tergabung  dalam Asosiasi GAPKI  maupun perusahaan yang tidak anggota  GAPKI mengenai titik atau area Konsesi yang harus dilakukan restorasi yang telah ditetapkan oleh BRG.

Dijelaskan oleh Didy Wuryanto, total Area  atau lahan  gambut dikalsel  sekitar 38.000 hektare yang masuk konsesi  sekitar 26000 hektare, sekitar 12 000 Ha yang bukan area Konsesi dialokasi kan  oleh pemerintah dengan menggunakan dana APBN.

“Kegiatan restorasi  yang dilakukan yaitu Melakukan pembasahan gambut, dengan antara lain membangun berbagai konstruksi sekat kanal, menimbun kanal atau membangun sumur bor untukpencegahan kebakaran gambut,“ ungkap Didy.

Sedangkan bagi  perusahaan yang berada diarea konsesi,  Direktorat Pengendalian Kerusakan Gambut, Kemen LHK M. Askary  meyerukan agar melakukan restorasi sendiri ,sebaliknya bagi perusahaan yang enggan melakukan restorasi  pada lahan Gambut diarea Konsesinya jika terjadi kebakaran maka akan menanggung  resiko  dengan konsekwensi sesuai dengan aturan atau hukum yang berlaku.

Atas penetapan lokasi restorasi pada area Konsesi, Sekretaris GAPKI Kalsel meminta kepada BRG dan TRGD agar  bersedia melakukan Inventarisir bersama-sama  dengan methodlogi yang disepakati, sehingga tidak merugikan Pihaknya.

Ditegaskanya, Kita sepakat kalau memang daerah kebun kita kena lahan gambut, kita akan melakukan restorasi. “Tentang progress Restorasi Gambut pada tahun 2017 Tim BRG Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia optimis akan tercapai,” pungkasnya. (MN) Teks foto KADIS PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN PROV. KALSEL BERSAMA TIM BRG DAN TRGD. 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet