FSH UIN SGD Bandung Gelar Konferensi Internasional

  • 0 comments

BANDUNG,  Ekpos.Com ---Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) UIN SGD Bandung menggelar Sharia and Law International Conference (Shalic) bertajuk "Memikirkan Kembali Peran Hukum Islam dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG)" yang dibuka oleh Wakil Rektor II. Prof. Dr.H. Oyo Sunaryo Mukhlas, M.Si. di Hotel Ibis Styles, Jl. Braga No.8, Braga, Kota Bandung, baru-baru ini.

Dr. H. Amran Suidi, S.H, M.Hum,. MM (Ketua Kamar Peradilan  Agama Mahkamah Agung) Prof. M. Arskal Salim GP, MA. Ph.D (Direktur pada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam), Prof. Samina Yasmeen ( Director, Centre for Muslim States and Societies/CMSS, University of Western Australia), Prof. Mark Cammack (Ahli bidang Hukum di Southwestern Law School, Los Angeles, California) dan Dr. Ah. Fathonih, M.Ag (Dekan FSH UIN SGD Bandung) tampil sebagai narasumber utama.

Acara tersebut diikuti 100 peserta yang terdir dari peneliti, pembuat kebijakan dan praktisi untuk membahas berbagi persoalan tentang kemajuan, arah baru, paradigma dan hasil penelitian soal aspek penerapan Syariah dan Hukum.

Menurut Prof. M. Arskal Salim GP, MA. Ph.D tantangan yang dihadapi lulusan Fakultas Syariah dan Hukum itu dalam memberian bantuan hukum kepada masyarakat sebagai seseorang yang mempunyai keterampilan hukum.

“Dalam Pasal 9 disebutkan bahwa pemberi bantuan hukum berhak melakukan rekrutmen terhadap pengacara, paralegal, dosen, dan mahasiswa fakultas hukum. Sedangkan pada pasal 10 disebutkan bahwa pemberi bantuan hukum berkewajiban untuk menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan Bantuan Hukum bagi advokat, paralegal, dosen, mahasiswa fakultas hukum,”ujarnya.

Ia menyatakan, dengan dikabulkan uji materi Permenkumham No.1 Tahun 2018 tentang paralegal dalam pemberian bantuan hukum Mahkamah Agung (MA) membatalkan ketentuan paralegal yang boleh memberi bantuan hukum secara litigasi di pengadilan.

"Oleh karena itu, jadilah paralegal profesional yang memiliki pengetahuan, wawasan luas tentang hukum positif mulai dari pidana, perdata, tata negara, tata usaha negara sampai peraturan perundang-undangan, hukum adat, kompilasi hukum Islam, karena tantangan kedepan semakin kompleks," tegas Prof. Arskal.

Wakil Rektor II UIN SGD Bandung mengatakan mahasiswanya di FSH, diajari, dibina, dan dilatih oleh para dosen andal, professional.

“Setelah lulus diharapkan dapat menjadi sarjana yang berkualitas, yang dapat bersaing di berbagai lapangan kerja, dan mampu merespons fenomena hukum dan ekonomi syariah yang berkembang di masyarakat,”ungkapnya.

Semua artikel yang diterima di Shalic 2019 akan diterbitkan di Economic and Social Development (ESD) yang sudah terindeks CPCI (Web of Science oleh Thomson Reuters - Conference Proceedings Citation Index, pengindex bereputasi internasional sesuai dengan aturan dirjen Pendidikan TInggi Islam), EconLit, ABI Inform (oleh ProQuest) , EBSCO dan EconBIZ.

Publikasi ini memiliki nilai KUM maksimal 15 per paper sesuai dengan ketentuan penilaian kenaikan pangkat.  Prosiding akan dipublikasikan setelah proses peer-review selama 3-6 bulan setelah konferensi diadakan.(m Isan)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet