FP2TS Desak Kemensos Keluarkan Izin Pembangunan SLBN A

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Kondisi bangunan sekolah yang semakin memprihatinkan, mendorong Forum Penyelamat Pendidikan Tunanetra SLBN A (FP2TS), mendesak Kementerian Sosial untuk memberikan izin pembangunan Sekolah Luar Biasa Negeri A (SLBNA) Kota Bandung, Jalan Padjadjaran no. 50-52, Bandung.

Akibat kondisi bangunan yang hampir roboh, murid-murid dari beberapa kelas terpaksa disatukan saat proses pembelajaran. Akibatnya,  SLBNA terancam terdegradasi, bahkan tidak dapat mengembangkan sarana fisik yang memenuhi standar layanan pendidikan.

Ketua FP2PTS, Dr. H. Ahmad Basri Nursikumbang, menjelaskan SLBNA telah memberikan petisi ke Presiden RI, Joko Widodo, untuk menyelesaikan kemelut SLBN A agar dapat memberikan status sertifikat tanah dan bangunan, guna menunjang mutu layanan pendidikan.

“Namun hingga saat ini belum ada tanggapan dari Pak Presiden,  jangan sampai menghilangkan SLBN A sebagai mutu pendidikan formal tunantera tertua di Indonesia. SLBN A merupakan embrio para sarjana muda, master, dan doktor," ujar Ahmad Basri, di SLBNA Kota Bandung, Jumat (21/12/2018).

Sementara itu, alumnus SLBN A, Raden Rasikin, mengatakan SLBN A sebelumnya bernama Rumah Buta Bandung, yang didirikan pada 1901.

“Tanah SLBN A adalah hasil hibah dari Wongso Taruna, warga Kelurahan Pasirkaliki Kota Bandung yang peduli terhadap nasib tunanetra,”jelasnya.***

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet