Film Roman Picisan Bukan Sekedar Milik Remaja

  • 38 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---FILM Roman Picisan “Rompis”, sampai hari ini Sabtu, (25/6/18), masih tetap bertahan  dibioskop-bioskop yang ada di Indonesia. Dan yang lebih unik lagi, penontonya bukan hanya golongan remaja maupun anak muda saja. Namun golongan Remaja Kolot (tua) pun tak mau ketinggalan.

 “Karena saya sempat mengikuti sinetronnya dan kebetulan saya suka ceritanya. Jadi harus lah…nonton filmnya. Jadi ingat jaman SMA dulu hehehe…,” kata Sherly warga Komplek Arcamanik Bandung.

Ia yang ditemui saat mengantri tiket di salahsatu bioskop di Bandung ini menambahkan. Ia sengaja nonton film Rompis ini ditemani oleh suami dan kedua anaknya yang sudah mulai beranjak remaja.

“Ya… anggap saja nostalgia, kebetulan anak-anak saya sudah memasuki masa remaja. Jadi malu saya hehehe….,” timpalnya.

Sementara itu Alvin dan Alvira mendengar komentar ibu nya jadi sedikit tertawa dan berceloteh.

“Biasa Om…..nganter yang lagi nostalgia hahahaha…,” ujar mereka.

Sementara itu penulis Novel “Roman Picisan” yaitu H. Eddy D. Iskandar menyatakan, setiap Sutradara juga penulis Skenario yang menggarap sebuah film berdasarkan Novel, pasti memiliki tafsir dan visi yang berbeda denga Sutradara lainnya yang pernah menggarap Novel yang sama. Itu terlihat dari hasil garapan Sutradara Monty Tiwa dan penulis Skenario Haqi Ahmad ketika mengadaptasi Novel “Roman Picisan”.

“Setidaknya dibandingkan dengan film sebelumnya yang dibintangi Rano Karno dan Lidya Kandou (1980). Cerita film seolah melanjutkan kisah masa SMA ke masa kuliah – di Belanda”ungkapnya.

Dengan kecanggihan teknologi dan pengalaman menyutradarai sekian banyak film yang mendapatkan Penghargaan di Festival Film, Monty Tiwa memilih menyajikan sebuah tontonan yang menghibur – konfliknya tidak terlalu tajam, tapi dekat dengan emosi remaja bahkan mereka yang mengalami masa remaja. Tak ada peran orangtua, dengan kekuatan akting empat pemain hampir sepanjang film, benar2 membuat film ini “milik” remaja dan yang merasa pernah remaja.

Tentu saja popularitas pemain dan filmnya tak lepas juga dari novel dan drama seriesnya yang digarap Yogi Yose berdasarkan skenario Donna Rosamayna.

Selebihnya melalui film ini, juga drama seriesnya, membuat remaja keranjingan buat puisi dan membaca puisi.sebuah apresiasi yang baik. Yang penasaran...silahkan tonton...(Red)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet