Emma Sumarna Raih Nilai Tertinggi Seleksi Sekda Kota Bandung

  • 310 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Ema Sumarna raih nilai tertinggi hasil seleksi  Pansel Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Kota Bandung, sebagai calon Sekretaris Daerah Kota Bandung (Sekdakot). Diusul posisi kedua , Salman dan Beny. Ketiga nama tersebut akan bersaing untuk menjadi Sekretaris Daerah Kota Bandung yang ditinggalkan Yossi Irianto karena mengikuti Pilwalkot 2018.

Saat ini Tim Pansel tengah mengajukan tiga nama tersebut kepada Penjabat Wali Kota Bandung selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK).

Ketiga nama tersebut adalah Kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah Kota Bandung, Ema Sumarna, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Bandung, Mohamad Salman Fauzi, dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Cimahi, Benny Bachtiar sebagaimana dirilis JPTP,  Rabu (30/5/2018).

Menurut Plt. Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Kota Bandung, Atet Dedi Handiman, ketiga orang tersebut telah melewati serangkaian proses seleksi, yaitu seleksi administrasi, seleksi kompetensi bidang, seleksi kompetensi manajerial, dan wawancara akhir.

Untuk tahap selanjutnya, PPK akan menentukan satu nama yang terpilih setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan  akan mempertimbangkan hasil rekomendasi dari lembaga-lembaga tertentu terkait rekam jejak dan integritas calon Sekda.

 “Hal yang dikoordinasikan seputar hasil seleksi. Dikaitkan dengan standar kompetensi yang sifatnya memang betul-betul dibutuhkan wali kota,” kata Atet di Balai Kota Bandung, Jalan Wastukancana, Jumat (1/6/2018).

Atet mengungkapkan, ada lima hal yang menjadi bahan pertimbangan PPK untuk memilih Sekda definitif. Kelimanya, yaitu kompetensi teknis, kompetensi manajerial, kompetensi bidang, kompetensi sosiokultural, dan rekam jejak. Ketiga orang yang lolos memiliki keunggulan kompetensi masing-masing.

“Meskipun sudah masuk tiga besar. Namun nilai masing-masing berbeda,” kata Atet.

Seperti dilansir laman bandung.go.id, secara administratif, Ema memperoleh nilai tertinggi yaitu 88. Sementara itu, pada uji gagasan tertulis dan wawancara, Salman berada di peringkat pertama dengan nilai 79,14 dan 83,92. Sedangkan Benny unggul pada seleksi kompetensi manajerial dengan nilai 81,818.

 “Keputusan kemudian menjadi hak prerogatif Pak Wali Kota. Walaupun di pengumuman tiga besar tidak menggunakan nilai. Tapi Pansel memberikan gambaran itu, inilah kekurangan dan kelebihannya, itulah yang dikoordinasikan dengan provinsi,” kata Atet.

Tim Pansel yang diketuai oleh Deputi Bidang SDM Aparatur, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Setiawan Wangsaatmaja telah melayangkan surat kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

“Kita berharap (calon Sekda) tidak hanya baik dari sisi teknis, bidang, sosiokultural, dan manajerial, tetapi juga harus berintegritas dan harus menjadi panutan karena dia pimpinan tertinggi," kata Atet.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet