Dua Pencuri Motor Asal Cianjur Ditangkap

  • 0 comments

CIMAHI, Ekpos.com - Dua orang residivis asal Cianjur Jawa Barat, Noviandi (26) dan rekannya Obeng (37), ditangkap jajaran Satuan Reserse Polres Kota Cimahi setelah melakukan pencurian di wilayah Bandung Raya.

Sebelumnya Noviandi sudah masuk penjara empat kali akibat kasus serupa. Ia keluar tahun 2019 dan kembali ditangkap dengan luka tembak pada bagian kakinya akibat melawat saat akan ditangkap. Sedangkan Kriswantoto pernah sekali masuk penjara akibat mencuri mesin geregaji.

Kedua pria tersebut ditangkap di kosannya yang ada di Kota Cimahi. Menurut pengakuannya, di wilayah hukum Polres Cimahi, ada 6 lokasi pencurian yang dilakukan dua pria tersebut.

Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengungkapkan, dua pelaku itu ditangkap pada 11 Juli disebuah indekos yang sengaja disewa keduanya untuk melakukan aksi pencurian di wilayah hukum Polres Cimahi.

"Mereka selama ini tinggal di Cimahi, ngekost khusus untuk mencuri," kata Yoris saat gelar perkara di Mapolres Cimahi, Jalan Jenderal Amir Machmud, Jumat (17/7/2020).

"Mereka ini residivis, sengaja kos di Cimahi sudah 6 bulan. Dalam satu minggu, bisa menggasak 2 hingga 3 unit sepeda motor. Sehingga kalau dikalikan 6 bulan, sudah ada ratusan motor yang dicuri oleh mereka" kata Kapolres Cimahi.

Dari penangkapan kedua tersangka, polisi kemudian melakukan pengembangan dan kembali mengamankan tujuh pelaku lainnya Riki Andika (20), Sayid (24), Yogi Anggi (26), Alan Abdulrohman (22), Ahmad Setiadi (18), Taofik Ramdani (20) dan Dian Samsul Fauzi (20).

Dari delapan orang tersebut, ada tujuh orang yang tugasnya sebagai pengantar barang curian. Ketujuh orang tersebut ialah RA (20(, SI (24), YA (26), AA (22), AS(81), TR (20), dan DSF (20). Sementara, satu orang lagi bernama Bajuri (39) berperan sebagai penadah hasil curian.

Noviandi mengaku bahwa satu unit motor curian dijualnya senilai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per unit. Sementara, Bajuri sebagai penadah menjual motor tersebut per unitnya senilai Rp 3.7 juta hingga Rp 3.8 juta. Keuntungan yang diperoleh penadah dari satu unit motor yang dijual tanpa STNK tersebut, senilai Rp 300 ribu.

Setiap melakukan aksi kejahatannya, Noviandi dan Obeng menggunakan kunci leter T dan lima buah mata astag. Aksinya dilakukan pada malam dan siang hari di wilayah Kota Cimahi, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung.

Dari tangan tersangka, Polisi berhasil menyita 36 unit kendaraan roda dua dan ada juga yang dikembalikan kepada pemiliknya.

Akibat perbuatannya, para pelaku diancam Pasal 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman 7 tahun penjara. Khusus penadah dijerat Pasal 480 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dengan ancaman 4 tahun penjara. (adero)

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet