Dispangtan Kota Bandung; Melon di Kota Bandung Aman Dikonsumsi

  • 98 views
  • 0 comments

BANDUNG---Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Bandung menyatakan melon yang beredar di Kota Bandung, aman dari Listeria monocytogenes yang terkandung pada rockmelon (cantalupe) atau melon kuning dari Australia. Hal tersebut diungkapkan, Kepala Dispangtan Kota Bandung, Elly Wasliah dalam rapat pimpinan di Balai Kota Bandung, Senin (12/3/2018). 

Ia menjelaskan, Kementerian Pertanian telah menutup keran impor rockmelon dari Australia melalui keputusan menteri pertanian nomor 207/Kpts/KR.040/3/2018. Namun di luar itu, Elly memastikan, buah melon yang beredar di Kota Bandung merupakan produk lokal.

“Kita telah telusuri rantai distribusi buah-buahan yang beredar di Kota Bandung. Kalau di Kota Bandung seluruh melon yang beredar di pasar adalah produk lokal, tidak ada yang impor. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir terkena bakteri itu,” ujar Elly.

Penelusuran tersebut dilakukan untuk merespon kabar adanya bakteri Listeria monocytogenes di dalam melon kuning yang berasal dari Australia. Di negara asalnya, bakteri tersebut telah memakan empat korban jiwa.Terkait hal tersebut, menurut Elly, langsung memantau ke lapangan untuk mengantisipasi wabah tersebut agar tidak menjangkit warga kotanya. Pihaknya pun yakin, melon yang beredar aman dari bakteri itu.

Elly menjelaskan, buah-buahan memang menjadi satu dari tujuh bahan pangan yang menjadi komoditas utama. Enam komoditas lainnya adalah beras, daging, ikan, sayur, telur, dan susu. Itulah alasan pihaknya sangat responsif terhadap isu tersebut.

Sementara itu, , Penjabat (Pj) Wali Kota Bandung, Muhamad Solihin menangkap kabar itu, sebagai momentum untuk mengampanyekan konsumsi buah-buahan lokal. Ia meminta Elly, segera menginformasikan kepada warga bahwa melon di Kota Bandung aman dikonsumsi. 

“Jangan sampai isu ini mematikan petani melon. Justru harus kita bantu informasikan dan mengajak agar warga mengonsumsi pangan lokal,” ujar Solihin. Ganefa

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet