Dirut PDAM Tirtawening Minta Pelanggan Bijak Gunakan Air

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com--- Direktur Utama PDAM Tirtawening Kota Bandung, Sonny Salimi, mengatakan, pasokan sumber air baku menurun drastis karena kemarau. Untuk itu ia meminta pelanggan untuk bijak menggunakan air tidak boros dan jika perlu daur ulang.

Persediaan air baku PDAM Tirtawening Kota Bandung hanya tinggal satu bulan lagi jika hujan tidak kunjung datang.

"Air baku PDAM Tirtawening berasal dari Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca yang masuk ke Instalasi Pengolahan Air (IPA) Badaksinga, " ujar Sonny kepada Tribun, Rabu (11/9).

Sonny mengatakan, air Situ Cileunca kini tinggal 4 meter. Padahal seharusnya 12 meter dan jika normal sehari penurunan 7,5 cm. Sedangkan Situ Cipanunjang memiliki kedalaman lebih dari 22 meter ini saat ini kondisinya surut tinggal 7 meter.

"Jika tidak ada hujan, maka persediaan air di Situ Cileunca dan Situ Cipanunjang hanya satu bulan lagi," ungkap Sonny.

Menurut Sonny, PDAM Kota Bandung mengandalkan Situ Cipanunjang dan Situ Cileunca yang keduanya berada di Pangalengan, Kabupaten Bandung, sebagai sumber air baku di wilayah Selatan. Sementara untuk wilayah utara, mengandalkan dari Sungai Cikapundung yang juga mulai kering.

“Dampak dari penurunan debit air dari dua sumber air baku, sudah pasti menyebabkan gangguan pendistribusian aliran air kepada 175.600 pelanggan PDAM Tirtawening,”jelasnya.

Ia menambahkan, gangguan aliran air beberapa hari terakhir ini, juga karena ada pengurasan sedimentasi lumpur Cikalong yang mencapai satu meter.

"Pengurasan ini agar aliran air normal tidak terganggu oleh sedimentasi yang sudah tinggi," ujarnya.

Menurut Sonny, walau Cikalong sudah bersih dari lumpur tapi air dari Situ Cileunca dan Cipanunjang berkurang sehingga aliran ke pelanggan tetap tetap berkurang.

Sonny minta kepada pelanggan untuk bijak menggunakan air tidak boros dan jika perlu daur ulang.

"Daur ulang maksudnya untuk siram tanaman dan toilet gunakan air bekas cuci," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Air Limbah merangkap Pjs Direktur Air Minum PDAM, Ir Novera Deliyasma, mengatakan, akibat menurunnya debit air di dua danau itu ada pengurangan aliran ke pelanggan bahkan sudah tingkat giliran.

"Pengurasan ini agar aliran air normal tidak terganggu oleh sedimentasi yang sudah tinggi," ujarnya..

Direktur Air Limbah merangkap Pjs Direktur Air Minum PDAM, Ir Novera Deliyasma, mengatakan, akibat menurunnya debit air di dua danau itu ada pengurangan aliran ke pelanggan bahkan sudah tingkat giliran.

"Beberapa daerah digilir jadi lebih pendek yang semula dapat 18 jam per hari jadi 10 jam, malah di beberapa daerah tadinya tiap malam jadi dua hari sekali" ujar Novera.

Novera mengatakan, tidak seluruh pelanggan terganggu karena ada sebagian kecil masih normal.

Ia mengakui masih ada kelemahan sistem distribusi air yang masih intermitent ini karena debit produksinya belum memadai untuk mengaliri seluruh jaringan distribusi.

"Beberapa daerah digilir jadi lebih pendek yang semula dapat 18 jam per hari jadi 10 jam, malah di beberapa daerah tadinya tiap malam jadi dua hari sekali" ujar Novera.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet