Diduga Gunakan Uang Palsu Nenek UM Berurusan Dengan Polisi

  • 0 comments

CIMAHI, Ekpos.Com--- UM (55) seorang nenek warga Warga Babakan Loa, Kelurahan Citeureup, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi, terpaksa harus berurusan dengan polisi. Ia diduga melakukan transaksi menggunakan uang palsu pecahan Rp 100.000 di Pasar Cimindi, Jalan Maha Martanegara, Selasa (2/7/2019).

Jika memang UM benar-benar terbukti sebagai sindikat pengedar uang palsu, UM akan dijerat dengan Pasal 245 KUHP Pidana dengan ancaman hukuman 15 tahun.

Modus UM hanya belanja Rp 10 ribu memakai uang palsu Rp 100.000 sehingga mendapatkan kembalian Rp 90.000 uang asli. Pedagang merasa curiga, karena sebelumnya dia sudah pernah mendapat uang palsu dari pembeli. UM pun digeledah, hasilnya ditemukan uang palsu dari saku UM.

"UM ini sudah mendatangi beberapa took. Namun saat belanja kopi susu di toko milik Lilis, penjual curiga pada uang yang digunakan nenek itu. Setelah digeledah dan dilakukan introgasi, akhirnya pengelola pasar melaporkan adanya temuan dugaan uang palsu itu kepada pihak kepolisian," katanya," ujar Ketua Forum Paguyuban Pedagang Pasar Cimindi, Asep Rodendi.

Kapolsek Cimahi, Kompol Indarto, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Saat ini UM sudah diamankan di Mapolsek untuk pengembangan lebih lanjut. Ia mengungkapkan, UM berhasil diamankan  ketika sedang berbelanja kopi di salah satu kios sekitar pukul 07.30 WIB.

"Memang benar kami telah mengamankan seorang ibu, ia transaksi jual beli di kios menggunakan uang palsu. Sebelumnya kami menerima laporan dari pedagang ke bhabinkamtibmas," katanya, saat ditemui di Mapolsek Cimahi, Jalan Encep Kartawiria, Kota Cimahi, Selasa (2/7/2019).

Diungkapkan Indarto, Modus yang digunakan pelaku, berbelanja kopi menggunakan uang pecahan Rp 100 ribu dengan total belanja Rp 10.000. Ia mendapat uang kembalian yang asli dari pedagang uang dengan pecahan Rp 50 ribu selembar, dan uang Rp 20 ribu dua lembar.

Kepada petugas UM mengaku kalau uang palsu yang ia belanjakan itu didapat UM dari hasil menjual emping dari seseorang disekitar Ciroyom, Kota Bandung. Namun untuk kebenarannya, petugas masih terus melakukan pengembangan kasus tersebut.

"Dia mengaku tidak mengetahui kalau uang itu palsu. Ia mengaku uang palsu itu didapatnya dari hasil menjual emping. Kita akan kembangkan darimana dia dapat uang itu sebenarnya," ujar Indarto

Indarto mengatakan, untuk membuktikan keaslian uang tersebut, pihaknya saat ini sedang berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI). Jika berdasarkan hasil penelitian pihak BI uang tersebut palsu, UM akan dijerat dengan Pasal 245 KUHP Pidana dengan ancaman hukuman 15 tahun.***

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet