Dadi Bentuk Klub Voli Tectona Terinspirasi Sifat Kayu Jati

  • 48 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Memiliki sebuah club olah raga bola voli memang menjadi impiannya semenjak ia menjadi atlit saat usianya masih tergolong remaja. Masa itu olah raga voli masih dipandang sebelah mata oleh beberapa orang, karena banyak yang menganggap hanya untuk kalangan menengah kebawah. Hal itulah yang mendorong Dadi Saridji pria kelahiran 13 februari 1939 ini untuk membuktikan diri bahwa pemikiran tersebut salah. Hal tersebut dibuktikan, berlatar dari atlet voli, saat itu berhasil menjadi polisi, TNI AU, TNI AD dan bisa bekerja di perusahaan lainnya.

Sedangkan bagi Dadi saridji lebih memilih untuk mendirikan sebuah klub bola voli. Ahirnya ia diberi kepercayaan untuk mengelola klub Perhutani. Dimana saat itu di PT perhutani sedang mengadakan pekan olahraga. “Kebetulan tim voli Jabar saat itu berhasil menjadi juara. Rupanya mereka mengetahui kalau latar belakang saya pernah membina klub sepak bola namanya Persada. Ahirnya saya dipilih untuk membina voli sampe sekarang" ujarnya.

Berbekal pengalaman mengelola klub voli, Dadi pun tyerdorong untuk membuat klub sendiri. Ia pun mewujudkan impiannya tersebut, tepatnya tanggal 20 april 1988, yang ia namakan Bandung Tectona. Nama tectona sendiri diambil spontan dari bahasa latin kayu jati. "Kalau kata orang Sunda mah saburuk-burukna oge, kaina kai jati, artinya seburuk-buruknya juga, kayunya tetap kayu jati yang memiliki karakter sebagai kayu yang kuat.

Terbukti, sudah 30 tahun ini ia menjadi pemilik Bandung Tectona, bahkan murid binaanya banyak yang berprestasi nasional baik putra maupun putri. Rahun 2001 ia pun akhirnya membangun gelanggang olah raga (GOR) untuk dijadikan sarana tempat latihan. Tujuannya, untuk berlatih bola voli pada tahun. "Disini hanya pembinanan untuk anak-anak mulai dari paling kecil SD dibina disini sampai bisa menghasilkan pemain nasional, ada yang SMP juga disini", kata Dadi.

Berdasarkan catatannya, Ia membina tercatat sampai saat ini mencapai 275 putra putri. Niatnya hanya membina, tapi banyak yang sampai memiliki prestasi. Bagi yang memikiki prestasi berguna di pekerjaan, sementara untuk siswa binaan yang hendak meneruskan sekolah yang lebih tinggi dapat menggunakan di jalur prestasi.

Gor yang dimiliki Dadi Saridji dibangun sekaligus menjadi asrama anak-anak binaanya, karena banyak yang berasal dari luar kota. Putra putri yang dibina oleh Dadi Saridji, banyak menorehkan prestasi di tim tectona. Seperti proliga I pada tahun 2002, 4 besar tahun 2003, runner up proliga III 2006. Segala prestasi dan proses yang dilakukan putra putrinya, sampai mendapatkan penghargaan.

"Kompetisi juga merupakan salah satu syarat untuk prestasi para pemain voli, sehingga terasah kemampuannya ketika bermain voli" ujarnya.  Meidiana

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet