BNNP Jabar Ringkus 4 Pengedar dan Amankan Sabu Senilai Rp 40 Miliar

  • 0 comments

BANDUNG,Ekpos.Com--- Setelah mengintai selama dua minggu, Badan Narkotika Nasional Provinsi Jawa Barat (BNNP Jabar) akhirnya berhasil meringkus empat orang tersangka pengedar sabu berkualitas no satu.

Selain meringkus BNP juga berhasil menyita barang bukti sabu seberat 20 kg, dua unit kendaraan roda empat dan 3 ponsel.

Keempat tersangka dalam kasus pengungkapan 20 kilogram sabu-sabu tersebut ialah AG, LI, AJ, dan GI. Masing-masing tersangka memiliki peranan, namun tersangka AG memiliki peranan besar dalam kasus tersebut.

Kepala BNNP Jawa Barat Brigjen Pol Sufyan Syarif menjelaskan, bahwa sabu-sabu tersebut  memiliki kualitas nomor satu, atau Ia menyebutnya sebagai kualitas bintang lima yang berasal dari Taiwan.

"Ini merupakan pengembangan kasus lama. Salah satu tersangka yang berinisial AG, sempat masuk Daftar Pencarian Orang (DPO), pada kasus kepemilikan ganja seberat 2,2 ton pada tahun 2016 di Cianjur," kata Brigjen Pol Sufyan Syarif di Kantor BNNP Jabar, Senin (11/3/2019).

Dikatakannya, untuk mengungkap kasus tersebut BNNP Jabar dan pusat dibantu pihak Kepolisian dalam proses pengintaian tersangka selama dua minggu. Pengintaian dimulai dari Sukabumi, Bogor, Pekanbaru, Dumai. Kemudian, dari Pekanbaru kembali menuju Palembang, Lampung, Bakauheni, Bogor, dan kembali ke Sukabumi.

“Kami berhasil menyergappara tersangka di Sukabumi. Modus yang dilakukan tersangka, barang bukti narkotika dikemas menggunakan bungkus teh cina, berwarna keemasan yang berlogo bintang lima dimasukan kedalam satu tas. Mereka membawa barang haram tersebut menggunakan jalur darat,” jelasnya.

Brigjen Pol Sufyan Syarif mengatakan, bahwa dengan berhasilnya pengungkapan kasus tersebut, ditaksir sebanyak 40 ribu jiwa bisa diselamatkan dari bahaya narkoba.  Jika dirupiahkan maka nilai dari puluhan kilogram sabu-sabu tersebut mencapai Rp 40 miliar.

"Karena ini kualitas nomor satu, bisa dicampur dengan perbandingan 1 : 3, jumlahnya bisa dua kali lipat. Terimakasih atas kerjasama dari semua pihak yang selalu mendukung tugas-tugas kami di lapangan," katanya.

Masalah narkotika menurutnya tidak cukup hanya memberantas. Namun yang terpenting  pencegahan yang perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ditegaskannya, bahwa harus disembuhkan dikarenakan pengguna tersebut menular.

"Saya imbau kepada masyarakat yang menemukan orang-orang disekitarnya menjadi pengguna narkoba, ajaklah untuk sembuh, agar tidak menular. Karena sindikat tersebut, tidak akan pernah melepas jaringannya atau sasaranya,"ujarnya.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet