Bio Farma dan RSPAD Ciptakan Cara Terapi Pasien Covid-19

  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---  Bio Farma berkolaborasi dengan RSPAD dan Lembaga Eijkman dalam pemanfaatan plasma konvalesent untuk terapi kepada pasien covid-19. Kegiatan terapi yang diberi nama konvalesent plasma covid-19 ini, diprakasai oleh RSPAD Gatot Subroto diharapkan akan dapat segera diimplementasikan.

 

Untuk mengambil plasma darah tersebut, diperlukan suatu protokol tertentu antara lain Ethical Clearence dan pangambilan sampel di Unit Transfusi Darah (UTD) RSPAD Gatot Subroto.

Cara kerja dari konvalesent plasma ini adalah dengan memanfaatkan antibodi yang muncul secara alami dari tubuh pasien covid-19 yang sudah sembuh. Kemudian, antibodi yang terkandung dalam plasma tersebut, diberikan kepada pasien covid-19 lainnya yang termasuk kedalam kategori kritis atau pasien yang membutuhkan ventilantor.

Menurut salah satu peneliti dari Bio Farma, Neni Nurainy, secara prinsip hal tersebut bisa dilakukan. Karena secara alami tubuh manusia akan menghasilkan antibodi setiap kali diserang oleh mikrooragnisme baik virus atau bakteri.

“Tubuh kita ini, sudah dirancang sedemikian rupa, bisa bertahan dari serangan virus atau bakteri tertentu. Dan secara alami juga, tubuh kita akan mengeluarkan antibodi yang spesifik untuk menyerang virus / bakteri tersebut, dan antibodi inilah yang kita manfaatkan untuk menjadi antivirus untuk menghambat perkembangan virus Covid-19 ini,”, kata Neni dalam siaran pers Bio Farma, Sabtu (16/5/2020).

Neni mengatakan, sistem kerja konvalesent plasma ini, hampir sama dengan serum. Dimana dalam tubuh pasien ovid-19, setelah pemberian konvalesent plasma dari donor akan dapat menetralisasi virus. Sehingga virus yang berada didalam tubuh pasien covid-19 tidak bertambah banyak.

“Proses pembuatan konvalesent plasma ini adalah dari hasil plasmapheresis yang dilakukan di UTD RSPAD Gatot Subroto, dan Bio Farma membantu dalam hal pengujian titer antibodinya,”ucapnya.

Sementara itu, dari sisi medis, Kepala Divisi Surveilens dan Uji Klinis Bio Farma, Novilia S Bachtiar mengatakan, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh pasien donor yang akan memberikan plasma darahnya, diantaranya sudah tidak ada gejala klinis, dan hasil swab menunjukan hasil yang negatif sebanyak dua kali berturut-turut.

“Ada beberapa persyaratan untuk bisa menjadi pendonor, selain sudah tidak ada gejala klinis, dari hasil swabnya menunjukan hasil negatif sebanyak dua kali, tidak menggunakan ventilator, Plasma dari pendonor tidak mengandung penyakit lain seperti Hepatitis B, Hepatitis C, HIV, dll dan titer antibodinya menunjukan angka Titer untuk corona antara kisaran 1:160 lebih, kata Novilia seraya menambahkan, bahwa plasma yang diambil adalah plasma yang sudah memasuki minimal hari ke 14 setelah dinyatakan sembuh.

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet