Bina Marga Jabar, Bahas Amdal Tol Cileunyi -Tasikmalaya

  • 2218 views
  • 0 comments

Ekpos.com Tasikmalaya - Sosialisasi rencana pembangunan trase Jalan TOL Cileunyi -Tasikmalaya (CITAS), di gelar Bina Marga Provinsi Jawa Barat beberapa waktu lalu di ruang rapat Kantor Kecamatan Rajapolah Kabupaten Tasikmalaya.

Rapat sosialisasi tersebut, sengaja mengundang 6 Kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya yang wilayahnya terkait dalam jalur masterpland rencana pembangunan jalan Tol Citas yaitu, Kecamatan Kadipaten, Kecamatan Ciawi, Kecamatan Sukaresik, Kecamatan Jamanis dan Kecamatan Cisayong.

Secara keseluruhan, Tol Citas sepanjang 107 Km itu terbentang mulai Kabupaten Bandung (Kecamatan Bojongsoang, Solokan Jeruk, Majalaya, Paseh, Cikancung, Cicalengka, Nagreg). Kabupaten Garut (Kecamatan Cibiuk, Cibatu, Kersamanah, Malangbong), Kabupaten Tasikmalaya (Kecamatan Kadipaten, Ciawi, Jamanis, Rajapolah, Cisayong), serta Kabupaten Ciamis (Kecamatan Cihaurbeuti, Cikoneng, Sindangkasih, Ciamis, Sadananya, Baregbeg, Cijeungjing, Cisaga).

Menurut bidang tekhnis Bina Marga Provinsi Jawa Barat, Heriyanto, dengan pembangunan Tol Ciatas ini secara otomatis akan banyak mengakibatkan terbelahnya titik-titik wilayah dan tidak menutup kemungkinan sedikit besar akan ada titik-titik perekonomian yang terganggu secara signifikan.

“Sosialisasi seperti ini sengaja disampaikan ke setiap titik kabupaten terkait, untuk mengantisipasi dan meminimalisir dampak negatif dari rencana tol tersebut, sebagai bahan pembahasan dan pertimbangan serta bahan kajian untuk di telaah dalam proses penyusunan Amdal lebih lanjut,” ungkap Heriyanto.

Camat Rajapolah Yana Hermana yang di temui kantornya memastikan adanya pro dan kontra dengan rencana pembangunan Tol Citas. Kebanyakan yang kontra dari sector ekonomi, karena dipastikan akan banyak kendaraan-kendaraan melintasi jalan tol di bandingkan jalan biasa. Hanya menurut Yana, kembali lagi ke masyarakat itu sendiri agar bisa memanfaatkan tol tersebut, untuk meminimalisir kelemahan ekonomi.

Hal senada di ungkapkan H. Atang Suwarno Kepala Desa Rajapolah. "Ketika nanti benar-benar terjadi pembangunan jalan tol tersebut khususnya di Kecamatan Rajapolah, akan berdampak negative pada melemahnya ekonomi masyarakat.

“Jangankan dengan jalan tol, baru dengan adanya Ply Over Rajapolah – Ciamis saja, kondisi perekonomian disini menjadi sangat lemah dengan singnifikan, karena kendaraan-kendaraan yang biasanya melintasi Rajapolah yang merupakan pusat kerajinan tangan, saat ini sudah bisa di bilang tidak ada lagi, karena kebanyakan langsung melintas ply over itu,” ungkap Atang.

Sementara Ujang Hartono, Kades Tanjungpura Kec Rajapolah menyatakan rasa prihatinnya atas rencana pembangunan tol itu, karena akan banyaknya titik kampung yang terbelah oleh jalur bentangan jalan tol, yang di takutkan bisa mengurangi eratnya jalinan silaturahmi antar kampong.

Berbeda dengan wilayah lain, Ade Sumanang Camat Ciawi Kab Tasikmalaya menyatakan pembangunan jalan tol Citas di kecamatannya tidak akan berdampak negatif, justru masyarakatnya sangat mengharapkan pembangunan jalan tol Cilenyi - Tasikmalaya tersebut dapat dipercepat. (Deni/BD)

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet