Besaran Dana O2SN 2018 Jabar Penuh Mistreri

  • 428 views
  • 0 comments

BANDUNG, Ekpos.Com---Tabir persoalan saling tudingnya pihak hotel dngan panitia Olympiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Jawa Barat terkait akomodasi dan konsumsi mulai terkuak. Penjelasan sumber penerima pekerjaan akomodasi O2SN SD dan SMP  yang di temui Ekpos di salah satu hotel kawasan Jalan Gatot Subroto menyatakan, pihaknya menerima anggaran sebesar Rp 200 ribu , itu hanya untuk menginap saja. Sedangkan Komsumsi dari pihak luar hotel , dan tidak tahu berapa anggarannya .

“Kalau untuk 02SN tingkat SMA  kami bertanggung jawab sepenuhnya terkait akomodasi konsumsi. Karena pengelolaan anggaran sepenuhnya diserahkan ke hotel, untuk menginap Rp 200 rb dan untuk komsumsi Rp 100 ribu,” tegas Fris selaku karyawan  yang mengelola kegiatan di perusahaan hotel , menjelaskan pada Ekpos.

Dikatakannya, dengan dipecahnya anggaran akomodasi dan konsumsi untuk satu kegiatan tersebut pihaknya menjadi terbebani. Pihaknya khawatir, jika konsumsi yang diberikan pihak luar tersebuty tidak sesuai atau di luar stndar baku yang sudah ditetapkan.

“Sebenarnya beban buat kami jika dalam satu kegiatan, anggaran akomodasi komsumsi dipisah dengan pihak luar paket mamin nya. Kami juga tidak mengerti cara dan aturan pemerintah untuk kegiatan yang melibatkan hotel kok begini. Mending kalau pengerjaan komsumsinya bagus , tapi kalau konsumsinya di luar standar akan berimbas pada hotel kami. Karena dalam SPK akan berpengaruh jika ada temuan. Mudah-mudahan pemerintah tepatnya disdik lebih mempertimbangkan lagi di aturan kegiatan ke depan. Terlepas kegiatan dilaksanakan di hotel mana saja,” harapnya.

Penjelasan dari pihak hotel ini, bertentangan dengan pernyataan dari  Bendahara Pembantu pelaksanaan (BPP) Kegiatan Ai karwati saat dikonfirmasi Ekpos.Com sebelumnya.  Ai menjelaskan, nilai anggaran per-siswa ( peserta ) 02SN tahun ini sebesar Rp 200 ribu/orang, dengan rincian Rp 125 ribu untuk hotel dan Rp 75 ribu untuk snack.

“Akomodasi dan Komsumsi kegiatan O2SN tingkat SD dan SMP, sepenuhnya yang harus bertanggung jawab adalah Hotel. Karena kami sudah menyerah DPA kegiatan pada hotel dan harus di pertanggung jawabkan sepenuhnya oleh Hotel sebagai pihak ke tiga,” tegas utih saat ditemui Ekpos.Com di kantornya, Sabtu, (14/7/2018)lalu.

Dijelaskan Ai saat itu, kegiatan 02SN tahun ini sebagai kegiatan MANDATORI  yang harus dilaksanakan atas perintah kementerian pendidikan lewat gubernur Jawa Barat dan tidak disertai  anggaran yang memadai.

“Tahun ini dilaksanakan oleh Guru Tenaga Kependikan (GTK) Disdik Provinsi Jabar. GTK  terpaksa melaksanakan kegiatan, karena instruksi kementerian melalui Gubernur.  Untuk anggarannya di luar program yang sudah ada Di GTK  ( Guru Tenaga kependikan). Kalau tahun  lalu di laksanakan oleh PGRI Provinsi Jawa Barat dan didanai dari  dana Hibah,”ujar Utih.

Saat dikonfirmasi terkait hal tersebut pada panitia di Guru Tenaga Kependidikan ( GTK ) Disdik Jabar yang juga berposisi selaku kasi kegiatan di O2SN, Drs. Aang Karyana menyatakan, hal tersebut sudah menjadi tanggungjawab seluruh hotel yang dijadikan base camp peserta. 

" Biar saja  semua tanggung jawab hotel," kata Aang singkat.

Untuk memperoleh kejelasan terkait kebenaran besaran anggaran maupun pos anggaran yang dihgunakan kegiatan O2SN, Ekpos.Com sudah melayangkan surat ke Kadisdik Jabar, Ahmad Hadadi sepekan yang lalu. Namun hingga saat ini belum diperoleh jawaban baik tertulis maupun lisan. Ganefa

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet