Berantas Mafia Pangan, Puluhan Perusahaan Masuk Daftar Hitam

  • 83 views
  • 0 comments

Bandung. Ekpos.com

Satuan Tugas Pangan berhasil mengungkap 782 kasus dengan jumlah tersangka 409. Dari pengungkapan tersebut, 21 perusahaan atau industri masuk ke dalam daftar hitam Kementerian Pertanian.

"Tidak ada ruang bagi mafia-mafia pangan yang ingin mempermainkan nasib rakyat kecil. Mau itu mafia beras, mau itu mafia jagung atau apapun, kami tidak ada kompromi," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, usai menyampaikan hasil kerja sama Kementerian Pertanian-TNI dalam mewujudkan ketahanan pangan, di Gedung Graha Yudha Wastu Pramuka, Pusat Persenjataan Infanteri Kodiklat AD, Selasa (27/11).   

Menurut Amran, saat ini angka inflasi pangan sudah menurun. Amran menyebut, inflasi pangan pada 2014 sebesar 10,5 persen, dan di 2017 menjadi 1,26 persen. Sementara, angka inflasi secara nasional di 2017 sebesar 3,61 persen.

"Dengan inflasi ini, harga-harga bahan kebutuhan pokok di bulan Ramadan selama 3 tahun ini stabil. Tetapi yang menarik adalah kesejahteraan petani meningkat, ini tidak bisa dibantah oleh siapapun," ujarnya.

Di sisi lain, Amran juga menjamin ketersediaan bahan pokok hingga akhir tahun tetap aman. Bahkan, pihaknya sudah menyewa gudang guna menyimpan stok barang kebutuhan pokok masyarakat tersebut.

"Stok aman, kita sangat aman, bahkan sudah sewa gudang, dan Januari sudah mulai panen," tandasnya. [lanie]

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet