Baru Jalani 3 Tahun Penjara, Andry Kembali Jual Sabu di Lapas

  • 52 views
  • 0 comments

SOREANG, Ekpos.Com---Baru tiga tahun menjalani masa hukuman di Lapas Jelekong Baleendah, Kabupaten Bandung, Andri Fandriansyah (38), residivis pengedar sabu, kembali berulah. Ia memanfaatkan tiga temannya, Fajar Taufik Bahar (28), Dicky Darmawan (28) dan Rian Aryanti (27) untuk membawa sabu dan gorilla ke dalam tahanan.

Namun sebelum barang pesanannya tersebut sampai ke tangannya, ketiga temannya tersebut berhasil diamanakan petugas Lapas, Kamis (24/5/2018).

Kasat Narkoba Polres Bandung, AKP Wahyu Agung mengatakan, untuk mengelabui petugas lapas, para pelaku tersebut berpura-pura menengok temannya di dalam lapas dengan membawa makanan serta kacang tanah yang telah diisi narkotika.

"Para pelaku ini dicurigai membawa makanan, ada nasi, roti dan kacang tanah. Jadi kacang ini dikupas kulitnya, isinya dimakan, setelah kosong baru dimasukkan sabu dan gorila," tuturnya.

Adapun kronologis kejadiannya kata Wahyu, pada awalnya Kamis (24/52018) sekitar pukul 10.30, anggotanya mendapat informasi bahwa petugas Lapas Jelekong, telah mengamankan 3 orang pengunjung yang kedapatan hendak memasukan narkotika ke dalam lapas.

"Dari keterangan pelaku bahwa narkotika jenis sabu dan gorila di dalam kacang tanah ini, diperintah oleh Andri Fandriansyah, yakni warga binaan Lapas Jelekong," katanya.

Pelaku warga binaan Lapas Jelekong ini merupakan residivis dan sudah divonis 13 tahun penjara untuk kasus yang sama tahun 2016 di Polres Cimahi.  Dikatakanya, waktu itu pihak kepolisian juga mengamankan barang bukti berupa sabu seberat 36 gram dari tangan pelaku.

Setelah mendapatkan keterangan dari para pelaku, kemudian pihak lapas melaksanakan pemeriksaan ke Blok Delta Kamar nomor 6, dimana kamar tersebut merupakan kamar dari warga binaan bernama Andri (38). Dan ternyata di dalam kamar tersebut ditemukan satu paket sabu.

"Sabu ini bukan untuk dikonsumsi tapi untuk dijual lagi di dalam lapas. Pasti banyak yang pesan di dalam lapas," ujarnya.

Akibat perbuatannya, Andry terancam tidak akan mendapatkan remisi, sebelumnya ia divonis 13 tahun penjara. Sementara kedua pelaku pembawa sabu ke dalam lapas ini akan dijerat pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1), sub 127 ayat (1), Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Dengan ancaman hukuman penjara 5 hingga maksimal 20 tahun.

"Kedua temannya Fj dan Dk terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun. Sementara pengunjung atas nama Rian Aryanti, kami jadikan saksi karena yang bersangkutan mengaku tidak mengetahui dan tidak teibat dalam kasus tersebut," katanya.***

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet