Kartu BSC, Upaya bank bjb Cegah Kasus Korupsi

  • 71 views
  • 0 comments

BANDUNG - Peluncuran kartu Bandung Smart Card (BSC) beberapa waktu lalu, secara tidak langsung menegaskan komitmen bank bjb dalam mencegah kasus korupsi. Soalnya, BSC yang juga berfungsi sebagai uang elektronik dan kartu debit memiliki peran pencegahan dan mitigasi resiko ilegal, seperti korupsi, pencucian uang serta pembiayaan terorisme.

Alasannya, transaksi nontunai dapat mengurangi kebocoran penggunaan uang fisik karena semua pemasukan dan pengeluaran tercatat dengan sistem. Tidak heran jika kemudian Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Bank Indonesia mengimbau untuk membatasi transaksi tunai.

BSC sendiri merupakan alat pembayaran nontunai yang dapat digunakan untuk berbagai macam transaksi. Di antaranya, sebagai uang elektronik, kartu ATM atau debit bank bjb, serta transaksi untuk kebutuhan transportasi, koperasi, perdagangan, dan pariwisata di Kota Bandung. Artinya, BSC memberikan berbagai manfaat terkait perencanaan keuangan yang ditunjang dengan tingkat keamanan tinggi dan kecepatan transaksi.

"Saat ini adalah zamannya teknologi canggih. Kemunculan generasi milenial yang menginginkan segala sesuatu serba praktis menjadi triger bagi bank bjb untuk mengembangkan teknologi informasi dan menciptakan inovasi layanan, sehingga dapat terus memberikan yang terbaik," ujar Direktur Operasional bank bjb Fermiyanti.

Pada dasarnya BSC terdiri dari dua pilihan sistem, yakni uang elektronik dengan nominal maksimal Rp2 juta. Kedua, sistem kartu debit yang telah terintegrasi dengan bank dan memiliki nominal maksimal Rp10 juta. Kedua sistem tersebut memiliki tingkat keamanan yang berbeda.

Untuk uang elektronik, fungsinya serupa dengan pengunaan uang pada umumnya. Soalnya, jika kartu hilang maka isi nominal uang dalam kartu juga akan hilang. Sementara untuk sistem debit memiliki tingkat keamanan yang lebih baik karena terintegritas bank melalui verifikasi indentitas kepemilikan.

Selain itu, BSC dengan sistem debit menawarkan kemudahan dalam membayar pajak, baik pajak bumi dan bangunan hingga pajak kendaraan bermotor. Nasabah juga akan mendapatkan promo-promo menarik di banyak merchant. Di sisi lain, BSC merupakan bentuk dukungan terhadap Gerakan Nasional Non-Tunai (GNNT).

Untuk mendapatkan BSC, nasabah dapat mendatangi bank bjb terdekat. Adapun untuk mengisi nominal uang dalam kartu, nasabah dapat melakukan top-up melalui ATM dengan besaran mulai dari Rp25.000 hingga Rp1 juta. Adapun peluncuran BSC merupakan hasil inisiasi dari Pemerintah Kota Bandung bersama delapan bank nasional.

"Ini adalah kesempatan yang sangat baik bagi bank bjb karena menjadi bagian dari kemajuan teknologi di Kota Bandung. Sebagai mitra strategis, bank bjb senantiasa akan terus melakukan pengembangan layanan untuk memanjakan masyarakat Indonesia, khususnya Kota Bandung," ujar Fermiyanti. ***

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet