Ayah Korban Pencabulan Minta Pelaku Dihukum Berat

  • 0 comments

BANDUNG,-  Seorang warga negara asing (WNA), dilaporkan ke pihak kepolisian diduga mencabuli anak di bawah umur warga Pangandaran.

Warga Negara Korea WJT alias Mr Tack, mengiming-imingi biaya kuliah dan memberikan perhiasan emas palsu kepada korbannya.

“Kita sedang melaporkan kasus pencabulan anak dibawah umu ke Polda Jawa Barat. Ini merupakan laporan yang kedua kalinya kepada pihak kepolisian, setelah sebelumnya dilaporkan pada 6 Februari 2020 lalu dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan no LP :798/II/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ,”ucap kuasa hukum korban, M. Ijudin Rahmat dari LBH Manggala, Senin  (9/3).

Dikatakannya juga, korban pencabulan Mr. Tack ternyata bukan hanya seorang siswa kelas 2 SMA, namun juga anak dibawah umur lainnya.

“Ternyata korban bukan satu orang,  ada lagi anak yang lain yang mengaku di paksa bersetebuh oleh pelaku bahkan bukti catting dari pelaku masih di simpan di hanphone korban,”ujar Ijudin.

Ijudin pun mengatakan, pihak kepolisian harus bertindak cepat, mengamankan pelaku.  Ia yakin, bukan hanya dua orang korban pencabulan warga Negara Korea itu.

“Saat ini sudah ada dua korban yang melapor.  Mungkin kalau di biarkan akan semakin banyak korban, dan mereka (korban) diam karena takut melapor. Polisi  harus segera bertindak untuk mengamankan pelaku,”ujarnya.

Pihaknya juga ungkap Ijudin, berencana akan mendatangi Komisi Perlindungan Perempuan dan Anak Indonesia (KPAI),  agar kasus ini menjadi perhatian public.

Menurut Ijudin hal itu penting, karena menyangkut generasi penerus bangsa Indonesia.

“Ini penting, generasi muda penerus bangsa dilecehkan oleh orang asing,”ujarnya.

Sementara menurut Asep Maulana ayah korban,  peristiwa pencabulan terjadi sekitar 2tahun lalu, saat korban duduk di kelas 3 SMP.

Awalnya Asep tidak mengetahui, anak gadisnya yang kini  duduk di kelas 2 SMA, dicabuli oleh Mr. Tack.

“Saya tidak tahu adanya perbuatan cabul oleh Mr. Tack pada anak saya. Saya ketahui setelah anak ditanya bahwa dia sempat di paksa melakukan tak senonoh di kantor  pabrik Mr. Tack. Dan setelah saya baca chatting anak saya dengan pelaku, saya putuskan untuk melapor karena terus terang saya marah anak gadis saya di perlakukan seperti itu,”tegas Asep.

Sementara hingga berita ini disusun, pihak Polda Jawa Barat masih memintai keterangan korban di unit perlindungan anak Ditreskrimum Polda Jawa Barat. [**]

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet