Apindo Usulkan Pabrik Industri Seputar Citarum Direlokasi

  • 54 views
  • 0 comments

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Ketua Properti dan Kawasan Ekonomi pada Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Sanny Iskandar, pabrik industri yang terletak di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum diusulkan direlokasi ke kawasan khusus.  Sehingga lebih mudah mengelola limbahnya, melalui instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) terpadu atau komunal.

“Kami usulkan agar pabrik industri di sekitar DAS Citarum direlokasi ke kawasan khusus. Sehingga pengelolaan limbahnya lebih mudah,” ungkapnya dalam acara Audiensi Dalam Rangka Mendukung Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum di Hotel Hilton Bandung, Rabu (1/8/2018).

Sanny mengatakan, selama ini pemerintah hanya mewajibkan agar industri manufaktur baru harus mendfirikan pabriknya di kawasan industri. Padahal, katanya, jika perusahaan yang selama ini membuang limbah ke DAS Citarum, jika direlokasi, akan sangat menghemat biaya pengolahan limbah.

“Pemusatan kawasan industri, akan berdampak besar pada pengendalian kerusakan lingkungan. Dengan demikian, sistem pembuangan limbah dapat lebih teratur, dan tidak mencemari lingkungan karena dibuang melalui satu jalur setelah diolah melalui IPAL komunal.

"Contoh di satu kawasan ada 400 perusahaan. Kemudian pembuangan limbahnya melalui saluran tertutup di sentral IPAL, jadi buangan airnya tidak ke permukaan sungai," ujarnya seraya menambahkan, pihaknya siap membantu menyediakan lahan untuk kawasan industri, yang sesuai harapan pemerintah dan pengusaha, dengan lokasi dan harga yang bagus.

“Infrastrukturnya pun, tidak usah terlalu canggih seperti di Kawasan Industri Karawang,”katanya.

Menyikapi adanya usulan tersebut, Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan, memang sejauh ini  terdapat pertimbangan untuk melakukan relokasi terhadap sejumlah industri ke sebuah lokasi kawasan industri baru. Untuk itu, usulan relokasi ini akan dikaji lebih lanjut uoleh oleh Penjabat Gubernur Jabar Mochamad Iriawan.

"Ada pertimbangan juga untuk membuat area relokasi industri ke tempat yang aman untuk pembuangan limbah. Gubernur nanti yang relokasi, kerja cepat," ujar Binsar.

Binsar menuturkan kini bersama Gubernur, Kapolda, Kejati, dan Pangdam, kompak menangani masalah pencemaran DAS Citarum. Beberapa pabrik yang bandel membuang limbah ke sungai telah diproses secara hukum.

"KPK bisa kita ajak, karena ini bisa rugikan negara, mulai dari masalah pajak. Tapi kami tidak mau ke situ. Kalau bisa selesaikan sendiri kalau bikin IPAL komunal, bisa. Kejaksaan tinggi siap," katanya. ***

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet