Antisipasi Penularan Difteri, Kodim 0716 Demak Adakan Penyuluhan

  • 72 views
  • 0 comments

DEMAK---Komandan Kodim 0716/Demak yang di wakili oleh Kepala Staf Kodim Mayor Inf Harianto mengadakan penyuluhan penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi di selaput lendir hidung dan tenggorokan atau yang disebut Diphteria atau Difteri kepada para prajuritnya. Penyuluhan tersebut menghadirkan narasumber dari Klinik Kartika 19 Demak Dr.Urip Supriyadi sebagai pemberi materi bahaya penyakit Difteri dan penularannya, Senin (29/01/18).

Dalam sambutan tertulis Dandim 0716/Demak yang di bacakan oleh Kepala Staf Kodim menyampaiakan, penyakit Difteri dapat menular dan bersumber dari lingkungan yang kotor.

“Para anggota wajib menjaga kebersihan lingkungan rumah, maupun ruang kantor. Karena penyakit datangnya dari lingkungan yang kotor,” tuturnya.

Dandim menekankan, kepada seluruh anggota untuk bersungguh - sungguh mengikuti sosialisasi yang diterangkan oleh nara sumber. Sehingga materi yang didapatkan dapat difahami untuk kemudian dilaksanakan.  

"Kalau memang ada yang tidak difahami tanyakan, agar bisa menambah pengetahuan tentang penyebab penyakit Difteri,"pungkasnya.

 Dr. Untung sebagai nara sumber dalam kesempatan tersebut menyampaikan beberapa penjelasan tentang penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae. Penyakit difteri sangat menular dan berpotensi mengancam jiwa. Umumnya menyerang selaput lendir pada hidung dan tenggorokan, serta terkadang dapat mempengaruhi kulit. Penyebaran bakteri ini terjadi dengan mudah, bisa melalui percikan ludah saat penderita bersin atau batuk. Sedangkan barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, adalah mainan, pakaian, atau sentuhan langsung pada luka akibat difteri.

"Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan padat penduduk dan kebersihannya kurang terjaga. Seseorang yang terjangkit penyakit ini akan mengalami sakit tenggorokan, sulit menelan, demam dengan suhu tinggi, berkurangnya nafsu makan, sesak napas disertai bunyi dan leher membengkak,” jelasnya.

Sedangkan untuk anak yang terkena gejala Difteri setelah 2-5 hari akan mengalami infeksi saluran pernafasan bagian atas. Korban akan mengalami demam tinggi 38°c serta nyeri pada saat menelan. Selain itu akan mengalami pusing, dan tampak selaput berwarna putih keabu - abuan pada hidung atau tenggorokan serta bengkak pada leher.

Sementara itu, Mayor Inf Harianto menyampaikan bahwa sampai saat ini keluarga besar Kodim 0716/Demak belum ada yang terkena penyakit Difteri. Namun, pihaknya selalu berupaya dan siap membantu prajurit maupun anggota keluarganya jika ada yang terindikasi, sehingga dapat dilakukan penanganan dengan segera.

Menurutnya, sosialisai ini sangat penting mengingat penyakit Difteri ini, dan penyebaran penyakit ini tidak pandang bulu kepada siapa saja,baik tua maupun muda dan ini juga sebagai upaya pencegahan.(Pendim 0716/Demak)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet