Anak Down Syindrome Harus DiberiKesempatan Tidak Boleh Dihakimi

  • 114 views
  • 0 comments

BANDUNG---Anak down syindrome harus banyak diberi kesempatan dan tidak boleh dihakimi. Karena pada dasarnya mereka mempunyai kemampuan dan bisa melakukan apapun seperti halnya manusia normal atau reguler. Mereka hanya memiliki keterbatasan dan keterlambatan dalam hal intelektual saja, namun selebihnya sama.

Hal itu dikemukakan Rina Niawati (43), anggota Persatuan Orang Tua dengan Anak Down Syndrome (POTADS) Kota Bandung pada Bandung Menjawab di Media Lounge Balai Kota Bandung, Selasa (6/3/2018).

Diungkapkanya, Down Syndrome adalah kelainan genetik pada kromosom 21 yang menyebabkan perbedaan fisik maupun kemampuan intelektual pada manusia. Perbedaan ini dapat dideteksi sejak usia 2,5 bulan di dalam kandungan.

“Secara fisik anak down syndrome memang berbeda, mereka wajahnya hampir sama. Maka banyak disebut dengan anak seribu wajah,” ucap Rina.

Namun menurutnya, secara intelektual, anak down syndrome memang memiliki keterlambatan. Tapi mereka memiliki kemampuan lain yang juga tak kalah dengan anak reguler lainnya.

“Banyak anak down syndrome yang memiliki bakat di dalam olahraga atau berkesenian. Secara fisik mereka kuat baik untuk melakukan aktifitas olahraga atau kesenian, dan mereka sangat teliti. Bagusnya di situ,” kata Rina.

Walau begitu, Rina masih memiliki kekhawatiran ketika anak-anak down syndrome diberi stigma negatif oleh masyarakat. Rina menuturkan, banyak orang yang merasa takut berdekatan dengan anaknya.

“Orang takut karena mengira galak, takut gigit, dan semacamnya. Padahal tidak. Mereka lucu kok, mereka baik,” ujarnya.

Oleh karena itu, ia bersama komunitas POTADS Kota Bandung akan menggelar acara untuk memberikan kesadaran, informasi, dan sosialisasi kepada masyarakat tentang down syndrome. Kegiatan peringatan Hari Down Syndrome Sedunia itu akan dilaksanakan pada 25 Maret 2018 di Parkir Barat Gedung Sate, Jalan Diponegoro Kota Bandung.

Di sana, komunitas yang berdiri sejak 2012 itu akan menghadirkan 650 anak Down Syndrome se-Jawa Barat untuk menghilangkan stigma negatif masyarakat terhadap down syndrome. Akan hadir pula para praktisi kesehatan, terapis, dokter, dan masyarakat umum. Ganefa

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet