Abah Dadang: Melalui Tradisi Membangun Kreativitas dan Inovasi Santri

  • 35 views
  • 0 comments

Cianjur, EKPOS.com

Sabtu,21 Juli 2018, Pondok Pesantren Al-Ukhuwah, Panembong, Kabupaten Cianjur,  menggelar Milangkala ke- 29 yang diadakan di halaman pesantren. Suasana meriah dan penuh hikmat nampak dari para santri, masyarakat dan tamu undangan dalam mengikuti proses acara sampai selesai.

Milangkala dihadiri sekitar 30 komunitas budaya se- Jawa Barat,juga dihadiri para tokoh Cianjur, Rd.Denny Nata Miharja,Ketua Lembaga Kebudayaan Cianjur (LKC), Aom Pepet Djohar (Keluarga Dalem Prawirdiredja II), Ikhsan ( Dewan Kebudayaan Kabupaten Cianjur), Alit (Dispora Kab.Cianjur) , DPRD Kabupaten Cianjur,RUWACIBA (Rukun Warga Cianjur Banten), Badan Pengembangan Potensi Keluarga Banten (BPPKB), Pendekar Banten Korda Cianjur, para Alim Ulama, pimpinan pesantren, TNI-Polri dan masyarakat sekitarnya.

Acara milangkala menampilakan : Kemonesan barudak santri madrasah,pepetentan,Rajah, Tagonian, manakiban, Nadzoman, Macapat Al-Ukhuwah, Hazat Condre, Sodaqoh Binih, Sodaqoh Beuti dan Tradisi Seni Debus.

Untuk Seni Debus menggelar atraksi dari para santri di pimpin langsung sesepuh Ponpes Abah Dadang yakni tusuk paku banten, tidur diatas paku golok, tusuk jara di tubuh, ngupas kelapa dengan gigi,bengkokan besi pake leher, Goreng kerupuk di atas kepala, dipukul gada besi paku banten, potong anggota tubuh dngan golok serta gerakakan aktraktif berbahaya lainnya.

Sementara Hajat Condre menampilkan proses ruwatan Pusaka khas Cainjur ini dengan iringan degung, suasan magis terasa kala sesepuh menuju panggung untuk hazatan condre, satu persatu senjata condre di sipuh dan dikembalikan kepada pemiliknya. Tercatat ada 320 pusaka Condre dan condre Jalu dipegang oleh Abah Dadang, yang betina dipegang oleh indipidu atawa ketua komunitas seni budaya di  jawa barat.

Bukan Hanya itu, milangkala ini warnai dengan Sodakoh Bibit dengan memberikan secara gratis 99 bibit tanaman langka kepada masyarakat. Dan pembagian penghargaan dan hadiah kepada para santri yang berprestasi bisa menghapal Al-quran 3 zuz.

Sesepuh Pondok Pesantren Al-Ukhuwah Dr.Dadang Ahmad Fajar, M.Ag sangat mengapresiasi  para santri dalam mengisi dan memeriahkan gelaran acara, serta mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan mendukung suksesnya acara Milangkala.  

Ia brharap dengan Milangkala, semoga  Ponpes Al-Ukhuwah  terus memberikan kontribusi dalam menciptakan bibit bibit generasi Qurani yang mencintai nilai  tradisi.” Kepada para santri semoga semakin kuat hapalan Quran nya, bermanpaat ilmunya, dan berakhlaqul Karimah ( menjadi anak soleh/selehah) dengan tetap menajaga nilai tradisi sebagai jati diri, “ungkap nya saat memberikan sambutan.

Lebih jauh Ia mengatakan, Para santri di didik untuk mencintai budaya sendiri dan lingkungan alam sekitar.Karena itu,para santri diberi  pelatihan dan pendidikan untuk berkreasi dan berinovasi dengan merubah barang yang dianggap “sampah” menjadi berdaya guna dan punya nilai ekonomis. para santri juga di beri pelatihan budi daya tanaman langka, bagai mana merawat dan menanam bibit pohon langka itu agar tumbuh baik.

“  Santri bukan hanya bisa ngaji tapi harus bisa ngejo” artinya kelak para santri bukan hanya bisa mencerahkan masyarakat dengan ilmu agamanya , tapi ia juga secara ekonomi bisa mensejahterakan masyarakat berkat daya krativitas dan inovasinya.

Ia berpesan kepada para santri agar hidup mandiri seperti sebuah pohon yang memberi manfaat kepda sekeliling nya. Dengan ilmunya para santri harus menjadi “penerang” kehidupan  dan  bagian dari solusi bagi problematika kehidupan, baik sosial, budaya, dan agama.

Sementara, Thoha Nashruddin  anggota DPRD Kabupaten Cianjur dari Partai Bulan Bintang mengatakan  keberadaan Ponpes Al Al-ukhuwah yang berbasis kearifan budaya lokal  sangat dibutuhkan dalam menjaga nilai tradisi dan agama. Dengan mencintai nilai luhur budayanya, berarti menjaga keseimbangan dan harmonisasi dalam kehidupan, “ Dengan mencintai budaya, kita bisa mengambil  nilai edukasi dan historis dalam membangun Cianjur, “ ujar Thoha.

Thoha optimis prospektif  jebolan santri - santri dari Ponpes al-Ukhuwah dengan potensi, kreasi dan inovasinya yang dimilikinya bisa membangun Cianjur maju dan berkembang.***(Harry-Ogi)

 

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet