8 Orang Tewas Akibat Tabrakan Maut di Tol Cipali

  • 0 comments

CIREBON, Ekpos.Com---  Tabrakan maut di jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) KM 184+400, antara Isuzu Elf bernomor polisi D 7013 AN dan Toyota Rush B 2918 PKL, akibatkan 8 orang tewas, Senin (10/8/2020) dini hari.

Selain para korban tewas, kecelakaan itu menyebabkan pula 16 orang terluka. Para korban meninggal dunia sendiri dibawa ke RS Arjawinangun, Kabupaten Cirebon. Sedangkan pada korban luka mendapat penanganan medis di RS Mitra Plumbon, Kabupaten Cirebon.

Diduga kejadian tersebut akibat pengendara elf melintas dari arah Cikopo menuju Palimanan (jalur A) mengantuk dan melebihi batas kecepatan. Kendaraan elf pun menjadi tak terkendali dan tiba-tiba masuk ke median, sebelum akhirnya berpindah ke jalur B (arah Palimanan ke Cikopo). Elf lantas menabrak bagian depan Toyota Rush yang melaju dari arah Palimanan menuju Cikopo.

Berdasarkan informasi, General Manager Operation ASTRA Tol Cipali, Suyitno, kecelakaan dialami para penumpang Isuzu Elf bernomor polisi D 7013 AN dan Toyota Rush B 2918 PKL. Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 02.58 WIB di jalur tol Cipali arah Jakarta.

“Setiba di KM 184+400 A, pengemudi (elf) diduga mengantuk dan kurang mengantisipasi ketika kendaraannya melebihi batas kecepatan,” ujarnya.

Petugas ASTRA Tol Cipali pun langsung mengevakuasi para korban luka ke RS Mitra Plumbon, sedangkan jenazah korban meninggal dunia dievakuasi ke RSUD Arjawinangun.

“Kami secara berkala bekerja sama dengan pihak Polda Jawa Barat dan instansi terkait melakukan penertiban terhadap kendaraan berkecepatan tinggi, melalui operasi Speed Gun,” terang Suyitno.

Selain itu, imbuhnya, upaya edukasi ihwal batas kecepatan minimal 60 km/jam dan maksimal 100 km/jam saat berkendara di jalan tol tak jarang dilaksanakan. Untuk itu dia mengingatkan para pengguna jalan tetap tertib berkendara serta selalu mengecek kembali kondisi kendaraan sebelum berpergian.

“Setelah 4 jam berkendara atau sudah mengantuk, kami imbau segeralah berisitirahat di rest area yang tersedia,” imbaunya.

Sementara, Kapolresta Cirebon, Kombes  M Syahduddi, melalui Kasat Lantas Polresta Cirebon, Ajun Komisaris Ahmat Troy Aprio, menyebutkan, benturan 2 kendaraan itu menyebabkan elf berakhir terjungkir miring dengan 2 rodanya berada di atas.

“Sementara Toyota Rush normal menghadap ke barat (arah Cikopo/Jakarta),” ujarnya.

Pihaknya merilis data delapan korban meninggal dunia di RS Arjawinangun, di antaranya, Sunad, 51 (tahun) yang merupakan pengemudi elf, warga Kel. Menteng Dalem RT015 RW 011 Kecamatan Tebet Jakarta Selatan (Diduga Pengemudi Kendaraan Micro bus Elf ).

Kemudian, Putri Ainur Ifazah (18 tahun) warga Desa Meleten RT 18 RW 03 Kecamatan Adiwerna, Kabupaten Tegal. Ketiga yakni May Sri Korina (21 tahun) warga Desa Lumingser RT 20 RW 03 Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal. Cayem (62 tahun) Desa Tembelang RT 06 RW 02 Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes.

Lalu Suharjo (40 tahun), Rapiah (55 tahun), Warkonah (35 tahun) warga Desa Bersoleh Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal, dan terakhir Sugeng Raharjo (54 tahun) Desa Balapulang RT 03 RW 01 Kecamatan Balapulang, Kabupaten Tegal.

Kapolda Jawa Barat, Irjen Rudy Sufahriadi melihat langsung tempat kejadian perkara. Dirinya menyebut, kecelakaan terjadi karena kendaraan Elf keluar dari jalur hingga menabrak Toyota Rush.

“Kendaraan Elf melaju dari arah Jakarta ke Jawa Tengah. Setibanya di TKP kendaraan menyebrang ke jalur berlawanan,” papar Kapolda Irjen Rudy.

Ia menambahkan, kecelakaan tersebut terjadi pada jam 03.30 WIB di Tol Cikopo-Palimanan Km 184.300 tepatnya di Desa Ciwaringin, Kecamatan Ciwaringin Kabupaten Cirebon. Saat kecelakaan, Elf dilaporkan membawa 16 orang. Rudy menjelaskan, kendaraan tersebut oleng dan berpindah jalur berlawanan yaitu dari Jawa Tengah menuju Jakarta.

“Dari arah berlawanan datang kendaraan Toyota Rush dengan nomor plat B-2918-PKL dan kemudian menabrak Elf yang pindah jalur,” jelasnya.

Rudy pun menyatakan, sampai saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan, dan anggota polisi sedang melakukan olah tempat kejadian perkara. (Arief)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet