Dr.Fauzan Ali Rasyid Raih Guru Besar Ilmu Politik Hukum Islam

  • 0 comments

Jakarta, Ekpos.com

UIN SGD Bandung terus menambah  Guru Besar (Profesor) nya. Kali ini yang dinobatkan adalah Prof. Dr.Fauzan Ali Rasyid, M.Si,  sebagai Guru Besar di Bidang Ilmu Ilmu Politik Hukum Islam. Pria yang kini menjabat Dekan Fakultas Syariah dan Hukum  UIN SGD Bandung ini tercatat sebagai Profesor yang ke -42 .Dan  saat ini UIN Bandung sudah memiliki 42 guru besar yang menguasai berbagai bidang keilmuan. Lelaki yang selalu murah senyum dan Low Profile ini, punya komitemn yang kuat, motivasi dan dedikasi yang luar biasa dalam memajukan dunia pendidikan Islam. Analisis- anaisis tajam terhadap permasalahan dunia pendidikan membuat ia menjadi rujukan dalam politik hukum islam.

Rektor UIN Bandung,Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si sangat mengapresiasi bertambahnya guru besar, ia  mengatakan  percepatan dan penambahan guru besar merupakan langkah untuk mningkatkan marwah kampus.Dan harus menjadi program strategis UIN Sunan Gunung Djati Bandung dalam meningkatkan mutu di perguruan tinggi. Ikhtiar ini perlu didukung secara bersama-sama dan sama-sama kerja dalam mewujudkan kampus yang unggul, kompetitif dan berakhlak karimah dengan melahirkan Guru Besar.

”Guru Besar merupakan jabatan akademik tertinggi di pendidikan tinggi. Peran dan fungsi Institusi berkewajiban mendorong percepatan Guru Besar. Pencapaian jumlah Guru Besar menujukan kualitas pendidikan tinggi.” Ungkapnya,Di Bandung, Rabu, (03-09-2020).

Rektor menargetkan 5 Guru Besar bertambah pada 2019-2023. Caranya dengan memberikan dorongan, motivasi bagi yang masih S2 didorong untuk melanjutkan S3. Sedangkan yang S3 didorong untuk naik jabatan Guru Besar dengan pemetaan skor poin kumulatif (KUM) minimal 850.

Sementara itu, ditempat terpisah Direktur Sumber Daya Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud,Dr. Mohammad Sofwan Effendi. M.Ed, Meningkatnya kualitas dosen dapat dilihat dari: Pertama, persentase dosen yang bersertifikat; Kedua, persentase dosen yang memiliki pengalaman bekerja atau tersertifikasi di industri atau profesinya; Persentase dosen berkualifikasi S3

Diterangkan Dia, peran dan fungsi dosen itu harus memberikan: Pertama, layanan fungsional dalam inovasi metode dan produk. Kedua, pengembangan profesional dalam diri dan kolega. Ketiga, etika kinerja yang berusaha untuk menghadirkan prilaku etis dalam melakukan proses kerja dan memberikan layanan prima terhadap mahasiswa.

Problem sebagian besar adalah pemenuhan syarat wajib publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi global. “Permasalahnya mulai dari PAK online, dalam memilih jurnal Internasional, kegagalan karya ilmiah, sampai pada pemilihan publikasi pada jurnal yang tidak bereputasi dan tidak terakreditasi.

Wakil Rektor I Bidang Akademik,Prof.Dr.Rosihon Anwar,M.Ag sangat mengapresiasi  penambahan  guru besar di UIN Bandung. Menurutnya, meski guru besar merupakan karir akademik yang harus dilewati oleh setiap dosen (individu) tetapi implikasinya bisa meningkatkan kualitas atau mutu Institusi Perguruan tinggi.

“ Penambahan guru besar merupakan capaian yang membanggakan bagi institusi UIN Bandung, sebab, bisa berimplikasi kepada kualitas akademik “ ungkapnya ke Ekpos.com..

Dijelaskan Rosihon, semakin banyak guru besar, semakin meningkat pula percepetan kualitas pengkaderan keilmuan.Sehingga  berimplikasi pula kepada kualitas pembelajaran, meningkatnya penelitian, banyaknya publikasi karya ilmiah dan mutu lulusan.

Rosihon Beraharap dosen -dosen (guru besar) UIN Bandung bisa mejadi destinasi transpormasi keilmuan keilmuan serta bisa menjadi rujukan keilmua di jabar khusunya, umum tingkat nasional/internasional.  

Ditergaskan, dengan bertambahnya guru besar bisa menjadi indikator UIN Bandung  peluang besar menggapai Class Word University. Sebab, indikatornya rasio jumlah guru besar ideal dengan jumlah dosen yakni 10 persen dari jumlah dosen, idealnya 80 orang guru besar.

“ Semoga penambahan Guru Besar bisa berimplikasi kepada peningkatan kualitas Tri Dharma Perguruan tinggi yakni pengajaran, penelitian dan pengabdian. “ harap Rosihon***(rie)

Komentar
Nama
Email
Komentar
Masukkan Angka berikut
Jika Anda pernah memberikan komentar sebelumnya di Ekpos, maka sebaiknya Anda menggunakan email yang sama dengan sebelumnya supaya Anda tidak harus melakukan verifikasi kembali.
Jika Anda belum pernah sebelumnya memberikan komentar, maka komentar Anda akan langsung muncul jika Anda sudah melakukan verifikasi. Proses verifikasi sangatlah mudah, Anda cukup meng-klik link yang kami kirim ke email Anda.
Email Anda tidak akan dimunculkan jika komentar Anda disetujui.
©2014 Ekpos All right reserved   Developed by javwebnet